
MALANG (Lenteratoday) - Jelang libur natal dan tahun baru (nataru) Polresta Malang Kota bersiap melakukan pengamanan guna meredam berbagai resiko ancaman. Utamanya yang paling sering terjadi menjelang nataru, yakni aksi-aksi ancaman terorisme.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menyatakan hal itu berdasarkan pengalaman kepolisian selama mengamankan libur nataru di Kota Ngalam.
"Setiap bulan Desember itu ada beberapa ancaman terorisme. Kita akan meningkatkan deteksi terhadap pergerakan-pergerakan radikal maupun teroris, kita akan persempit dengan melakukan razia. Terutama sajam," pungkasnya, Senin (9/11/20).
Kapolres menambahkan jika nantinya para anggota akan dipersiapkan untuk siaga di pos-pos pengamanan. Utamanya di tempat ibadah gereja, terminal dan jalur perbatasan kota.
"Jelang maupun pada saat natal dan tahun baru, kita selalu perketat antisipasi aksi tindak teror. Semoga tahun ini tidak terjadi tindakan yang mengkhawatirkan masyarakat," harapnya.
Kendati melakukan penjagaan ketat, pihak Polresta Malang Kota tak bisa melakukan pembatasan akses masuk di Kota Malang. Karena menurutnya polisi tidak berhak melarang masyarakat untuk kembali melaksanakan cuti nataru. (Sur)