03 April 2025

Get In Touch

Pemkot Cirebon Anggarkan Rp 3,8 Miliar untuk Sewa Hotel Pasien Covid-19

Pemkot Cirebon mencari hotel untuk penampungan pasien Covid-19 dengan anggaran sebesar Rp3,8 miliar
Pemkot Cirebon mencari hotel untuk penampungan pasien Covid-19 dengan anggaran sebesar Rp3,8 miliar

CIREBON (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot)  Cirebon, Jawa Barat menyediakan anggaran untuk penderita Covid-19. Pemkot menyediakan anggaran untuk sewa hotel untuk isolasi warga yang terdeteksi positif corona.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang disediakan untuk menyewa hotel sebesar Rp 3,8 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan selama 3 bulan selama pamdemi Covid-19. Namun, niatan pemkot ini belum mendapatkan respon baik dari pemilik hotel. Mereka enggan untuk melepas hotel untuk pasien Covid.

“Kami sudah tawarkan ke sejumlah pemilik hotel tapi mereka menolak. Kami tetap berusaha sampai ada yang mau,” kata Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi.

Agus mengaku Pemkot Cirebon telah menjamin 200 ruang kamar akan selalu steril, baik saat digunakan dan sesudah digunakan. Terlebih pihaknya akan memperketat protokol kesehatan di ruangan isolasi pasien Covid-19.

“Kami sangat butuh sebagai tempat isolasi. Ruang isolasi di rumah sakit dan BKKBN meski masih tersedia namun dirasa tidak cukup," ungkapnya.

Untuk kriteria hotel yang dipilih kata Agus, yaitu dengan posisi kamar horizontal, sedikitnya memiliki dua lantai, dengan halaman yang cukup untuk kegiatan berjemur. "Kriteria hotel berikut, dinilai cukup akan sirkulasi udara dan tidak membahayakan. Kami membutuhkan 200 kamar hotel tambahan, sebagai alternatif ruang isolasi, Ditempati atau tidak kami akan bayar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edy Sugiarto menyayangkan penolakan hampir pada semua hotel yang telah ia jajaki bersama sekda kota Cirebon.

"Kamar isolasi di BKKBN sangat terbatas, beberapa hari ini saya dengan pak sekda terus menjajaki hotel-hotel ternyata hasilnya nihil, ada memang satu hotel namun dia memberi harga melebihi anggaran," ujarnya.

Sementara itu ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon Kiki, menanggapi terkait Pemkot Cirebon yang berencana menyewa hotel sebagai alternatif ruang isolasi. "Masih dibicarakan dengan teman-teman pemilik hotel, belum bisa memutuskan dari kita pemilik hotel," ujarnya.(ST1)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.