
MADIUN (Lenteratoday) - Pemerintah Kota Madiun siagakan 285 personil untuk Kelurahan Kelun dan Tawangrejo Kecamatan Kartoharjo yang menjadi langganan banjir. Personil tersebut merupakan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD dan Damkar.
Walikota Madiun Maidi mengatakan bahwa Kelurahan Kelun dan Tawangrejo menjadi langganan banjir setiap tahun karena dekat dengan aliran Sungai Sono dari lereng Gunung Wilis. Meski aliran sungai Sono bersih dari sampah, namun tetap dapat menyebabkan banjir ketika debit air meningkat.
"Kalau hujannya hanya 5 jam. Pasti saluran air bisa menampung. Tapi kalau hujannya sampai 20 jam. Tentu kondisinya akan berbeda. Yang terpenting standarisasi saluran air dan sungai sudah terpenuhi," jelas Maidi seusai memimpin Apel Siaga Bencana di Bantaran Sungai Bengawan, Rabu (11/11/2020).
Maidi mengklaim bahwa banjir di Kota Madiun hanya terjadi di kelurahan tersebut. Dia menjamin untuk wilayah tengah kota tetap aman dari banjir. "Kita punya beberapa unit pompa air dan mobil pompa air yang bisa digunakan saat terjadi banjir di tengah kota," imbuhnya.
Maidi berharap, bencana dapat diminimalisir dengan adanya personil yang bersiaga di dua kelurahan tersebut. Dia juga berpesan agar personil dapat melakukan indikasi sebelum terjadinya bencana.
"Mulai besok BPBD pindah kantor di Tawangrejo dan Kelun. Biasanya di sana ada kiriman air dari (gunung) Wilis. Ketika ada masalah, ada tim yang terlatih bisa mendampingi masyarakat," ujarnya. (Ger)