
MALANG (Lenteratoday) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengharapkan Jawa Timur bisa masuk pada Indonesian Update yang bisa diakses oleh berbagai negara. Sebab, Khofifah menilai bahwa banyak pembelajaran dari Jawa Timur yang bisa dijadikan referensi dunia.
Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat acara launching pusat studi Jatim di Gedung Bundar Universitas Islam Malang (Unisma), Jumat (13/11/2020). Acara itu juga dihadiripara pejabat Pemprov Jatim, Walikota Malang dan Pimpinan Unisma serta Duta Besar RI untuk Nigeria.
Khofifah meminta, dengan adanya pusat studi Jatim maka harus ada komunikasi dengan banyak negara terutama yang memiliki perguruan tinggi dengan forum Indonesia di dalamnya. Salah satu perguruan tinggi yang tiap tahun ada Indonesian update adalah Australian National University di Canberra, Australia.
“Di Amerika juga ada. Nah ketika kita sudah menyiapkan ini dengan baik, maka kita ingin ini akan kita usulkan masuk pada kalender Indonesian update. Ketika Indonesian update, kita ingin ada capter khusus Jawa Timur. Karena sangat banyak pembelajaran Jawa Timur yang saya rasa bisa dijadikan referensi dunia, dan itu adalah harmonious Partnership,” tandasnya.
Khofifah menandaskan bahwa Jawa Timur memiliki Harmonious Partnership merupakan keberagaman yang luar biasa. Di bumi Majapahit ini, lanjut Khofifah, mengajarkan Bhinneka Tunggal Ika yang kemudian diadopsi secara nasional.
“Oleh Itu nilai-nilai kebhinekaan dan kekuatan saling kegotong yorongan di Jawa Timur, salah satu social Capital yang luar biasa untuk membangun Jawa Timur, membangun Indonesia, dan menjadi referensi dunia,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur yang juga mantan menteri sosial ini menceritakan dari berbagai perjalanan di berbagai negara, dia menemukan sangat banyak diaspora Indonesia dari Jawa Timur. Bahkan diaspora-diaspora tersebut berhasil sukses di sangat banyak sektor.
“Oleh karena itu, (diaspora memiliki) pikiran-pikiran strategis yang luar biasa, pengalaman-pengalaman yang luar biasa, saya rasa dengan pusat studi Jawa Timur, mereka dengan sukacita ingin memberikan best practice mereka, pembelajar di sangat banyak sector, apa ekonomi, apa pendidikan, apa berbagai jejaring terutama peningkatan kualitas SDM,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menandaskan jika ingin mengidentifikasi potensi yang ada di Jatim termasuk diantaranya terkait dengan tapak sejarah Jatim, maka harus ada yang berangkat ke Leiden, Belanda. Sebabd di sana bisa didapat data yang konferhensif.
“Saya juga tadi disampaikan ke Pak Rektor. Jikalau dalam identifikasi program itu misalnya, harus ada tim yang ke Leiden untuk melihat bagaimana tapak sejarah Jawa Timur secara komprehensif, secara sah. Itu sesuatu yang harus kita siapkan,” katanya.
Sementara itu, terkait dengan Pusat Studi Jatim yang digagas oleh Unisma ini bermula dari pemikiran mengenai pentingnya menumbuhkan kajian strategis, penelitian, dan untuk memperkuat jati diri Jawa Timur sebagai the imagined community.
Pusat Studi juga dimaksudkan sebagai wadah pemikiran dan forum diskusi ahli serta lembaga studi yang melakukan penelitian dan pemikiran strategis berfokus pada lokus Jawa Timur.
"Kini setelah Jawa Timur baru saja memperingati HUT ke -75, Menuju Indonesia Emas, kita perlu kajian mendalam bidang Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Pemerintahan, bidang Pendidikan, bidang Manajemen, kajian Hukum Islam, bidang Kedokteran, Bidang Teknologi, bidang Ekonomi Syari'ah bahkan kajian pembuatan kebijakan strategis (strategic policy formulation ) yang akan dibutuhkan oleh generasi mendatang dan Jawa Timur ke depan" ujar Khofifah usai meresmikan pusat studi Jawa Timur ini.
Khofifah juga menjelaskan agar Pusat Studi ini terhubung dengan Dinas Kominfo Jatim, Bappeda Provinsi serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menyediakan layanan informasi digital tentang perencanaan dan progress pembangunan di Jawa Timur. (ufi/adv)