
BLITAR (Lenteratoday) - Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blitar melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan dan memulihkannya. Dengan merancang berbagai inovasi program, serta merencanakan pembangaunan Sub Terminal Agribisnis (STA).
Kepala Bappeda Kabupaten Blitar, Suwandito menyampaikan jika dampak pandemi Covid-19 sangat besar terhadap keuangan daerah, serta pelaku usaha kecil dan mikro. "Anggaran harus dilakukan realokasi dan refocusing, sehingga beberapa kegiatan atau program pembangunan terpaksa ditunda," ujar Suwandito.
Lebih lanjut dijelaskan Suwandito bahkan dengan adanya pandemi ini, juga harus dilakukan penyesuain tema pembangunan mulai 2020. "Jika sebelum Covid-19 : 'Memantapkan Pelayanan Kepada Masyarakat, Daya Saing Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat' setelah Covid-19 berubah menjadi : 'Mendukung Pemulihan Ekonomi, Memantapkan Pelayanan Kepada Masyarakat, Serta Melindungi Daya Saing Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat'," jelasnya.
Oleh katena itu sesuai tugas pokok dan fungsi Bappeda, yaitu perencanaan, evaluasi dan penelitian pengambangan (litbang). Suwandito menerangkan pihaknya terus berupaya membuat berbagai inovasi program, yang pelaksanaannya diserahkan ke masing-masing OPD teknis.
"Seperti program Audisi Pengembangan Wirausaha (Abang Wira) pada Dinas Koperasi dan UM, Audisi Pengembangan Marketing Online (Abang Marko) dan Audisi Pengembangan Informal (Abang Informal) diserahkan Disperindag," terangnya.
Setidaknya ada sekitar 6-7 inovasi program yang sudah dicetuskan Bappeda Kabupaten Blitar, selain 3 diatas juga ada Pak Camat PTU, Abu Peta Milenial, Abang Ekspor dan terakhir Pejantan Anom yaitu Pelatihan dan Jalin Kemitraan Hewan Non Mainstream. "Karena kita melihat potensi dari ternak Ulat Hongkong, Ulat Jerman dan Jangkring juga cukup besar, bahkan nilainya bisa mencapai miliaran," ungkap Suwandito.
Beberapa inovasi program ini bisa terlaksana, berkat kerjasama dengan USAID yaitu lembaga pembangunan internasional Amerika Serikat. Karena tidak semua program ada anggarannya, maka melalui kerjama dengan USAID kegiatan tersebut bisa terlaksana. Seperti Japri PWD, yakni Jadi Pengusaha Mandiri People With Disabilitas.
Dibeberkan Suwandito jika inovasi program tersebut, juga merupakan bagian dari reformasi pelatihan. Yaitu pelatihan tidak hanya mencetak spesialis pelatihan saja, yaitu pengusaha yang rajin mengikuti pelatihan. Tapi tidak mempunyai motivasi atau keinginan, untuk berhasil dan sukses.
"Maka kami lakukan cara audisi peserta, pendaftaran terbuka untuk siapapun tapi dilakukan seleksi administrasi diutamakan yang miskin, difabel dan perempuan kepala rumah tangga atau yang menghidupi keluarganya," bebernya.
Sebelum pelatihan dilakukan Bisnis Motivasi Workshop, untuk mengetahui apakah mempunyai motivasi menjadi pengusaha. Kemudian materi Bisnis Model Canvas, serta dilakukan monitoring. "Karena pemateri tidak hanya sekedar mengajar, tapi bisa langsung bermitra atau bekerja sama," tandas Suwandito.
Untuk 2021 sesuai dengan tema pembangunan saat pandemi Covid-19, Bappeda akan fokus pada Abang Ekspor dengan target dalam setahun bisa mencetak 10 pengusaha yang bisa mengekspor produknya. "Karena selama ini produk dari Kabupaten Blitar, diekspor dengan cara undername atau melalui pihak ketiga," paparnya.
Termasuk saat ini sedang dalam tahap perencanaan yaitu master plan dan DED, pembangunan Sub Terminal Agrobisnis (STA) yang akan dibangun di Kecamatan Wlingi. "Dengan potensi dari agrobisnis yaitu holtikultura, buah dan palawija yang begitu besar. Maka perlu adanya tempat untuk memasarkan, dengan konsep terpadu dan grosir," terangnya.
Selain itu dengan keterbatasan kemampuan APBD yang hanya sekitar 18 persen untuk pembangunan, maka menurut Suwandito perlu adanya kerjasama dengan pihak swasta untuk melaksanakan beberapa program pembangunan. "Melalui pemanfaatan dana CSR, kita juga menggelar CSR Award sebagai bentuk apreasiasi atas dukungan terhadap pemerintah," tegasnya.
Ditambahkan Suwandito jika berbagai inovasi program kegiatan pemulihan dan membangkitkan kembali perekonomian akan terus dilakukan oleh Bappeda. "Termasuk melalui Lomba Kreatifitas Inovasi Teknologi (Krenotek), yang mampu menggali potensi yang ada secara intensif. Sehingga dapat membawa Kabupaten Blitar menuju kemandirian, meningkatkan perekonomian dan daya saing daerah," imbuhnya.(ais)