
BLITAR (Lenteratoday) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelayanan pensiun. Mulai antisipasi joki pada proses seleksi penerimaan hingga layanan mempermudah pengurusan pensiun dari proses administrasi sampai pencairan gaji pensiun.
Kepala BKPSDM Kabupaten Blitar, Mashudi menuturkan BKPSDM mempunyai tugas dan fungsi mengurusi masalah kepegawaian, pendidikan, pelatihan, dan pengadaan atau penerimaan ASN. "Maka perlu ada peningkatan kualitas pelayanan profesional, agar semakin mudah, cepat, dan tepat," tutur Mashudi, Selasa (24/11/2020).
Mashudi menjelaskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pihaknya melakukan beberapa inovasi. Pertama, peningkatan kualitas ASN pada saat proses seleksi penerimaan atau pengadaan. "Yaitu mengantisipasi adanya praktek joki, pada saat ujian seleksi penerimaan," jelasnya.
Proses seleksi dilaksanakan secara transparan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Kemudian, BKPSDM bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) untuk melakukan pengecekan keaslian KTP elektronik atau eKTP setiap peserta yang mengikuti ujian seleksi. "Selain mengetahui keaslian KTP, juga mencocokan antara foto dengan wajah peserta yang ikut ujian seleksi," terangnya.
Inovasi ini dilakukan pertama kali pada proses penerimaan tahun 2020 ini, untuk formasi 2019. Kebetulan bertepatan dengan pandemi Covid-19, dimana peserta wajib menggunakan masker. Maka sekaligus dilakukan pengecekan wajah, untuk mengantisipasi adanya joki yang memanfaatkan kelengahan panitia. "Kan tidak kelihatan perbedaan wajahnya ketika memakai masker, karena proses seleksi dilakukan denhan penerapan protokol kesehatan Covid-19 ketat," papar Mashudi.
Maka, pada 2 lokasi berbeda saat pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kediri, serta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Tulungagung juga dilakukan pengecekan KTP dan wajah peserta ujian. "Cara ini terbukti ampuh mengantisipasi joki yaitu orang yang menggantikan peserta ujian seleksi penerimaan, dengan tujuan bisa lolos dan diterima sebagai CPNS. Sehingga kualitas ASN yang diterima semakin meningkat, karena sesuai dengan standar yang ditetapkan BKN," ungkapnya.
Ada pun pada proses penerimaan CPNS tahun 2020 untuk formasi tahun 2019 ini, ada 541 formasi dan terisi 528. Sisanya tidak terisi karena tidak ada yang mendaftar untuk formasi yang dibutuhkan dan nilai pendaftar di bawah passing grade.
Kemudian inovasi kedua, yaitu layanan Pensiunku Beres, berupa kemudahan pengurusan pensiun mulai dari proses administrasi hingga penerimaan gaji pensiun. "Jadi mulai dari kita berikan pemberitahuan, agar menyiapkan kelengkapan persyaratan mengurus SK pensiun, kita bantu proses pengurusan sampai menerima gaji pensiun," beber Mashudi.
Karena pertimbangan faktor usia, kesehatan dan kesiapan psikologis maka BKPSDM merasa perlu membantu para abdi negara yang akan memasuki masa purna tugas tersebut. "Sebelum ada pandemi Covid-19, sebenarnya BKPSDM mempunyai program pembekalan bagi yang akan pensiun tapi karena pandemi program tersebut dihentikan," kata Mashudi.
Dengan layanan Pensiunku Beres ini, ASN yang akan memasuki masa pensiun 3 bulan sebelumnya, sudah terima jadi SK pensiunnya. Bahkan diantar ke rumah, termasuk rekening yang digunakan menerima gaji pensiun juga diuruskan. "Pokoknya yang pensiun tahu beres, tidak perlu mondar-mandir mengurus sendiri. Sekaligus sebagai bentuk penghargaan bagi ASN yang pensiun atas pengabdiannya kepada Pemkab Blitar," tandasnya.
Kesuksesan layanan Pensiunku Beres ini, juga atas dukungan dan kerjasama dengan PT Taspen Cabang Kediri. Sehingga proses bisa berjalan cepat dan lancar, serta bisa menerima gaji pensiun.
Atas kedua inovasi ini telah berhasil menghantarkan BKPSDM Kabupaten Blitar pada beberapa penghargaan, mulai tingkat lokal hingga regional. Salah satunya dari PT Taspen Cabang Kediri, atas Keberhasilan "Penyelesaian Layanan Klaim Otomatis" dalam implementasi Program Pembayaran Tabungan Hari Tua dan Pensiun pada Januari 2020 lalu.
Selain kedua inovasi tersebut, BKPSDM Kabupaten Blitar juga terus melakukan pembinaan peningkatan disiplin 7.916 ASN per 5 November 2020 dari sisi kehadiran atau absensi. Apalagi sejak 2019 sudah disusun Kode Etik Pegawai, juga Diklat fungsional dan Struktural serta Uji Kompetensi. "Kedisiplinan pegawai terkait dengan diberikannya Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP), termasuk upaya pencegahan kluster perkantoran juga dibentuk tim 3-4 orang untuk cek lapangan Protkes Covid-19 berkeliling ke tiap kecamatan," pungkas Mashudi.(ais)