
KEDIRI (Lenteratoday) - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri memberikan sinyal baru akan melaksanakan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, Januari 2021 mendatang. Meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah membolehkan sekolah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.
Sekretaris TGTPP Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi mengatakan saat ini tengah memetakan sekolah sekolah di kawasan mana saja yang diperbolehkan uji coba KBM tatap muka, Januari 2021 mendatang. Hal itu juga masih tergantung kondisi perkembangan pendemi Covid-19 itu sendiri.
“Satgas memang sebagai instansi yang memberikan rekomendasi sekolah itu bolah KBM tatap muka atau tidak. Meski Kemendikbud telah memberikan lampu hijau, Gugus Tugas tidak berani serta merta langsung memberikan rekom semua sekolah boleh KBM tatap muka,” kilah Slamet Turmudi saat dihubungi via telepon seluler, Rabu (25/11/2020).
Ditegaskan, kendati demikian pada Januari 2021 mendatang, belum semua sekolah boleh KBM tatap muka. Hanya pada kawasan-kawasan yang dinilai memungkinkan pelaksanaan KBM tatap muka, bila sekolah dikawasan yang belum direkomendasikan, tetap melakukan pembelajaran secara daring.
Namun demikian, rencana jadwal uji coba sekolah di Kabupaten Kediri KBM tatap muka Januari 2021 itu bisa juga berubah, jika sebulan terakhir (Demsember 2020) pandemi Covid-19 secara nasional dan di Kabupaten Kediri sudah melandai. Bisa dipercepat atau mungkin serentak seluruh sekolah.
Semua itu bergantung dari perkembangan pandemi Covid-19 itu sediri, mengingat 10 hari terakhir, sejak 15-25 November 2020, di Kabupaten Kediri terdapat lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Rata bertamabah 9-10/hari, namun diikuti kesembuhan pasien Covid-19 juga jumlahnya hampir sama.
“Meski ada lonjakan terkonfirmasi positif, tapi ada jumlah angka kesembuhan pasien juga sama. Jadi bisa dibilang kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kediri stagnan. Namun tetap perlu diwaspadai, lonjakan pasien positif,” katanya.
Menurut Slamet Turmudi menengarai, lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri tersebut imbas dari libur panjang Maulid Nabi Muhammad, beberapa waktu lalu. Belajar dari fenomena tersebut, TGTPP Covid-19 Kabupaten Kediri mewaspadai libur dan cuti panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan pelaksanaan pilbup, 9 Desember 2020 mendatang.
“Cukup lega Presiden Jokowi membuat kebijaksanaan memangkas cuti bersama libur Nataru dan terus mengingatkan KPU akan menerapkan protokol kesehatan ketat pada saat hari H pelaksanaan pilbup,” harap Slamet Turmudi. (gos/adv).