
SURABAYA (Lenteratoday) - Di tengah pandemi Covid-19 dan melonjaknya pasien di rumah sakit tentu menimbulkan dampak limbah medis. Untuk itu, Pemkot Surabaya berencana membangun tempat khusus pengolahan limbah medis di Wilayah Surabaya utara. Hal itu dilakukan untuk meringankan beban rumah sakit dalam membersihkan sisa-sisa residu aktivitas pasien.
"Rencananya seperti itu. Berhubung ada pandemi. Hanya saja anggarannya dialihkan ke penanganan Covid. Jadi untuk sementara waktu dipending. Mungkin tahun depan akan dimulai lagi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Eko Agus Supiadi, Kamis (26/11/2020).
Dia menandaskan, dengan adanya wabah tersebut, Limbah medis memang meningkat. Banyak orang memakai masker serta jatuh sakit. Sehingga salah satu upaya yang dilakukan DLH adalah penekanan lewat penyakitnya.
Sebenarnya, dalam menangani limbah medis, pihak rumah sakit berkewajiban untuk mengelola limbah medis sendiri, baik diserahkan kepada pihak ketiga atau di kelola sendiri. "Kami punya TPS 3R yang dikelola oleh Dinas Kebersihan. Kita pilah disana. Nanti yang medis seperti masker, APD, akan dibuang ke tempat pembuangan khusus," katanya.
Terkait penanganan Limbah berbahaya, mereka sudah menjalin kesepakatan dengan pihak ketiga untuk mengantar dan mengelola ke tempat yang aman dari jangkauan masyarakat.
"Kalau sampah medis ada peningkatan. Untuk sampah yang lain tidak ada, sudah sesuai dengan standard. Yang jelas sampah medis diolah dipilah di TPS 3R, dibuang di tempat khusus, ada transporter khusus," jelasnya.
Dia menambahkan bahwa saat ini penyebaranya sudah rendah dan pasien juga turun. Jadi kami tekan terkait penyakitnya. Kalau terus menurun tidak ada yang sakit itu otomatis," katanya.
"Tapi saya pikir orang sekarang berobat juga berkurang karena takut. Sebetulnya limbah medis naik karena semua orang diwajibkan pake masker. Untuk limbah medis kategori alat operasi itu turun," sambungnya.
Perlahan lahan sudah mulai stabil dan berkurang, tuntas Eko, kedepan normal serta membaik lagi. Sehingga bisa teratasi dengan baik dan penurunan, meskipun sempat booming. (Ard).