04 April 2025

Get In Touch

Partai Demokrat Blitar Bentuk Tim Milenial Anti Money Politic

Ketua DPC Partai Demokrat Kab Blitar, Edy Masna Nurochman bersama Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Ketua DPC Partai Demokrat Kab Blitar, Edy Masna Nurochman bersama Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

BLITAR (Lenteratoday) - Partai Demokrat Kabupaten Blitar membentuk Tim Milenial Anti Money Politic pada Pilkada serentak Tahun 2020 ini, sesuai instruksi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
Sekaligus meluruskan kabar adanya pengurus Partai Demokrat Kabupaten Blitar, yang dikatakan terlibat sebagai pelaku Money Politic atau politik uang.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blitar, Edy Masna Nurochman mengatakan pihaknya harus mengklarifikasi beredarnya kabar atau berita yang menyebutkan ada pengurus Partai Demokrat di Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar melakukan Money Politic. "Kabar itu tidak benar, karena sejak Maret 2020 lalu. Pak Yasin yang disebut pengurus PAC Talun, sudah resmi mengundurkan diri," ujar Edy Masna, Selasa(8/12/2020).

Lebih lanjut Edy Masna menjelaskan klarifikasi jika Yasin bukan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Talun, bisa dibuktikan dengan SK yang diterbitkan DPD Partai Demokrat Jawa Timur. "Tidak ada nama Yasin, bisa dicek ini SK pengurus PAC Kecamatan Talun per 15 Maret 2020," jelasnya.

Apalagi dikatakan Partai Demokrat pecah, tidak nendukung paslon yang direkomendasi DPP yaitu Rijanto - Marhaenis Urip Widodo. "Kami tetap solid mendukung paslon No. 1, untuk memenangkan Pilbup Blitar Tahun 2020 ini. Tentunya dengan cara yang baik dan sesuai aturan berdemokrasi," tandas Edy.

Kabar ini juga bertolak belakang dengan instruksi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang serius membentuk Tim Milenial Anti Money Politic dan Hoax. "Kami ingin berperan aktif memberikan pendidikan politik yang baik pada masyarakat. Agar tidak terjebak Money Politic dan Hoax, dalam berdemokrasi," tegasnya.

Sebelumnya pada 2 hari lalu, beredar video dugaan pelaku Money Politic di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Dalam video tersebut, pelaku yang diduga melakukan Money Politic mengaku bernama, Suhendik diminta membagikan uang sebesar Rp 50.000 untuk memilih paslon No. 2 Rini Syarifah - Rahmat Santoso. "Saya menerima uabg dari Pak Yasin pengurus Partai Demokrat Kecamatan Talun untuk dibagikan," kata Suhendik dalam video tersebut.

Karena menyebut nama pengurus PAC Partai Demokrat Kecamatan Talun, maka Edy Masna harus mengklarifikasi agar tidak terjadi fitnah dan kesalahpahaman. "Karena Demokrat merupakan salah satu partai pengusung paslon No. 1 Rijanto - Marhaenis bersama PDIP, Nasdem, Golkar, Gerindra dan PPP " imbuh Edy Masna.(ais)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.