
SURABAYA (Lenteratoday) – Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah warga yang positif Covid-19 belakangan ini, DPRD Jawa Timur meminta masyarakat tidak merayakan pergantian tahun. Hal ini sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19 dan terbentuknya klaster baru.
Himbauan tersebut terlontar dari anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Hidayat Masiaji. Supaya warga Jawa Timur untuk menahan diri tidak merayakan pergantian tahun. Upaya ini untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sebab hal itu bisa memicu penyebaran virus Corona lebih luas.
"Perayaan memancing orang berkerumun, mengindari kegiatan yang membahayakan, karena status OTG sebutannya juga banyak. Warga untuk menjamin keselamatan dan kesehatannya," kata dia.
Terkait tempat wisata, ia mendorong penggelola tempat wisata melakukan kontrol ketat melakukan protokol kesehatan. "Sehingga penggelola wisata juga membantu pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan," tandas Hidayat Masiaji.
Sementara itu, Hartoyo anggota Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur mengatakan bahwa penderita Covid-19 makin bertambah. Apalagi sebagian kepala daerah mengumumkan untuk tidak melakukan perayaan pergantian tahun. "Agar tidak ada sebaran, karena itu PSBB kembali dipercepat. Sehingga warga yang masuk ke wilayah lain harus dilakukan pelaksanaan protokol kesehatan. Agar pandemi bisa ditekan," tandas Hartoyo.
Politisi dapil Surabaya ini, menegaskan pengawasan ketat pemerintah daerah maupun pemerintah kota terhadap warganya sangat penting. "Semuanya ada di pemanngku kebijakan. Apalagi ini libur panjang. Saya minta harus ada pengawasan ketat, agar tidak semakin banyak warga yang terpapar," tutup alumnus UWKS ini. (ufi)