
MALANG (Lenteratoday) - Melihat dunia pendidikan tak kunjung ada kejelasan, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Wagir Kabupaten Malang berinisiatif mendirikan bimbingan belajar gratis bagi pelajar SD dan SMP Se-Kecamatan Wagir.
Founder Bimbel Nurbayu Indra Wijaya merasa jika pembelajaran daring selama masa pandemi ini kurang efektif. Banyak kalangan pelajar maupun pengajar yang merasa kesulitan untuk melakukan metode tersebut.
“Banyak anak-anak yang kesulitan saat pembelajaran daring. Hal ini karena keterbatasan infrastruktur, mulai dari tidak punya gadget hingga mahalnya kuota internet. Belum lagi ada kesulitan orang tua siswa lantaran harus mendampingi belajar setiap saat," ujar Bayu sapaan akrabnya.
Ayo Sinau, merupakan nama bimbel di bawah Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Wagir. Lewat Bimbel Ayo Sinau, Bayu mengajak para pelajar untuk bersama-sama menggeliatkan aktivitas belajar secara tatap muka.
"Rumah belajar ini tanpa harus memungut biaya sepeser pun dari wali murid. Alhamdulillah, bimbel yang kami dirikan pada bulan November saat ini sudah tersebar di empat Desa. Kemudian didampingi oleh 11 (sebelas) tutor, semoga kedepan terus istiqomah”, ucapnya.
Remaja yang juga mahasiswa UMM ini mengaku saat ini peserta bimbel sudah ada 60 siswa yang terdiri dari SD dan SMP dari empat Desa di Kecamatan Wagir. Sejauh ini rumah belajarnya sudah berjalan selama satu bulan.
Berbagai upaya terus ia lakukan, mulai dari pengembangan kurikulum hingga menggandeng beberapa lembaga zakat di Malang untuk turut berdonasi guna dapat menunjang transport para tutor bimbel tersebut.
Wati selaku Wali murid dari Bayu Anggoro asal Dusun Wiloso Desa Gondowangi merasa sangat terbantu dengan adanya bimbel gratis tersebut.
“Saya sangat bersyukur ada anak-anak muda yang dermawan dan peduli dengan pendidikan, biasanya saya sebagai orang tua harus bersusah payah membantu mengerjakan tugas anak saya, tentunya dengan adanya Bimbel gratis ini sangat bermanfaat bagi anak-anak khususnya para orang tua," pungkas Wati. (Sur)