
PAMEKASAN (Lenteratoday) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Jawa Timur, menghentikan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di berbagai sekolah madrasah yang ada di bawah naungannya dan menggantinya dengan belajar Daring. Hal ini dilakukan, mengingat semakin banyaknya warga pamekasan yang terpapar Covid-19.
Kepala Kemenag Pamekasan, Afandi mengatakan, selain meningkatnya kasus Covid-19,
peniadaan KBM tatap muka terbatas ini juga berdasarkan instruksi dari Kemenag pusat.
"Pertimbangannya karena semakin hari kasus Covid-19 di Pamekasan terus naik. Selain itu kami juga telah mendapat instruksi dari Kemenag pusat soal kegiatan belajar mengajar tatap muka ini," ujar Afandi, Rabu (6/1/2021).
Dia menambahkan, tidak semua madrasah menerapkan kegiatan belajar mengajar secara daring. Ada juga madrasah yang tetap menerapkan pembelajaran secara tatap muka, khususnya madrasah yang dikelola pondok pesantren. "Kalau pesantren kan relatif dikenal bebas dari Covid-19, kalau di Pamekasan ini," ucap Afandi.
Dia menegaskan, madrasah di bawah naungan pondok pesantren yang tetap menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas harus mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan pemerintah. Para siswa harus menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.
Kemenag Pamekasan juga telah membentuk 37 posko pantau terkait penegakan disiplin protokol kesehatan di sejumlah madrasah yang ada di bawah naungan pondok pesantren.
"Di posko pantau itu ada petugas yang memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bagi pesantren yang menyelenggarakan pembelajaran terbatas dan melaporkan perkembangan terkini," tegasnya.
"Selain proses belajar mengajar, pengawasannya juga dilakukan pada orang tua santri yang hendak datang ke pesantren untuk menjenguk putra putrinya," pungkas Afandi. (Wan)