04 April 2025

Get In Touch

Sempat Malas-malasan, Gadis Asal Probolinggo Ini Menjadi Lulusan Kedokteran Terbaik di Unisma

Ikke Ummi Mahmudatul Atiqoh, wisudawan terbaik lulusan fakultas kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma). (Foto: Sur)
Ikke Ummi Mahmudatul Atiqoh, wisudawan terbaik lulusan fakultas kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma). (Foto: Sur)

MALANG (Lenteratoday) - Menjadi lulusan dokter dengan predikat terbaik bukanlah suatu angan yang pernah terlintas dalam benaknya. Bahkan se-masa kuliah ia sempat merasakan penat dan acap kali bermalas-malasan.

Pada masa awal kuliah ia sempat berpasrah diri untuk menjadi seorang apoteker saja. Namun berkat dorongan sang orang tua yang ingin melihat anaknya mengenakan baju toga bersarjana kedokteran, akhirnya ia luluh dengan kemauan orang tua.

"Semester awal itu saya seperti nggak serius. Bahkan nilai saya hancur," cerita dr. Ikke Ummi Mahmudatul Atiqoh, wisudawan terbaik lulusan fakultas kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma) yang telah meraih nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,70, terbaik dari 34 wisudawan kedokteran yang lain.

Di tengah ia bercerita, Ikke nampak terisak tangis. Hal itu karena ia teringat oleh sang ayah yang sudah meninggal akibat penyakit kanker pada saat ia masih duduk di bangku kuliah. Hal itu membuat dia amat terpuruk. Karena baginya ia bersekolah ingin membanggakan kedua orang tuanya, termasuk sang ayah.

Tak hanya itu, selepas kepergian sang ayah, kondisi ekonomi keluarga Ikke semakin berat. Saat itu uang SPP fakultas kedokteran bisa terbilang cukup memberatkan baginya dan keluarga.

"Saat itu uang SPP bisa mencapai Rp 10 juta sampai 15 juta. Akhirnya saya berusaha membantu mencari uang lewat jualan buku dan ngajar. Uang kiriman ibu Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu. Akhirnya bagaimana caranya dalam sebulan Rp 100 ribu bisa buat makan. Untuk kebutuhan lain saya dari uang hasil saya jualan maupun mengajar," jelasnya.

Namun saat ini ia patut berbangga pada diri sendiri. Akhirnya jerih payah perjungannya selama ini membuahkan hasil tak mengecewakan. Terlebih ia amat gembira melihat orang tuanya menyaksikan anaknya di wisuda dengan gelar dokter.

"Kaget juga gak nyangka gelar ini saya yang dapat mengingat awal-awal kuliah saya seperti itu. Ke depan saya ingin melanjutkan studi ke dokter spesialis. Minta doanya ya!" pinta Ikke sembari menutup perbincangan. (Sur)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.