
MALANG (Lenteratoday) Puluhan mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) Malang yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Mahasiswa Universitas Islam Malang (Geram Unisma) menggelar aksi protes pada Minggu (17/1/2021). Dalam demonstrasinya kali itu, mereka menuntut adanya pengurangan biaya SPP sebesar 50 persen di masa pandemi ini.
"Pertama permohonan pemotongan SPP dalam bentuk prosentase (Setidaknya 50 persen)," ungkap M. Rofiq Risandi, koordinator Geram Unisma.
Alasan adanya aksi protes ini lantaran banyaknya orang tua mahasiswa yang terdampak Covid-19 hingga menyebabkan pengurangan pendapatan mereka. Selain itu kata Rofiq, para mahasiswa juga tak lagi menggunakan fasilitas kampus untuk aktifitas belajar.
"Sehingga anggaran dana pengeluaran kampus (semestinya) berkurang," katanya.
Selain itu lanjut Rofiq, pembelajaran daring membuat mahasiswa harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli paket data sebagai kebutuhan kuliah daring.
"Tidak semua mahasiswa mendapat bantuan paket data dari pemerintah, adapun yang mendapatkan masih tidak cukup untuk mengcover seluruh kebutuhan kuliah daring karena kuota multimedia yang hanya bisa dipakai sebagian kecil saja.
"Pemotongan SPP tahun lalu yang berdasarkan nominal dan bukan prosentase membuat beberapa jurusan merasa tidak adil dan tidak adanya keterbukaan informasi dari kampus," tambahnya.
Dengan itu, dari berbagai permasalahan diatas, Geram Unisma telah merangkum 2 poin tuntutan yang akan diajukan kepada Universitas Islam Malang.
"Menuntut pengurangan SPP sebesar 50 persen dan menuntut evaluasi efektifitas dan konduktifitas pembelajaran daring. Dengan adanya berbagai problematika tersebut, Geram Unisma melayangkan tuntutan agar kampus segera mengambil kebijakan dengan cepat dan tepat," tutupnya. (Sur)