03 April 2025

Get In Touch

Unesa Bagikan Masker untuk Dorong Disiplin Prokes Masyarakat

PKM Fakultas Teknik Unesa membagikan masker kepada warga di Kecamatan Waru Sidoarjo. (Foto:Dok.Pri)
PKM Fakultas Teknik Unesa membagikan masker kepada warga di Kecamatan Waru Sidoarjo. (Foto:Dok.Pri)

SURABAYA (Lenteratoday)-Dalam melindungi diri sendiri dan keluarga dari paparan Covid-19, terdapat jurus-jurus jitu. Tiga hal yang terus digaungkan pemerintah adalah disiplin protokol kesehatan (prokes) dengan 3 M. Yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Bahkan, meski vaksinasi sudah mulai berjalan, bermasker menjadi harus menjadi ‘senjata utama’ warga terutama saat beraktivitas di luar rumah.

Melihat kondisi itu, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tergerak melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan membagikan masker. Sebab masker dinilai menjadi langkah ampuh menghindarkan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar dari penyebaran virus Covid-19. Pembagian masker dilakukan Fakultas Teknik Unesa ke masyarakat khususnya di RW.003 Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo  yang menjadi salah satu zona merah di Kota Udang tersebut.

Kementerian Kesehatan sendiri mengakui kesadaran masyarakat menggunakan masker semakin rendah. Padahal, saat survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode 1-7 September 2020, penggunaan masker masih tinggi.Sebanyak 90.967 responden ikut dalam survei untuk mengukur kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan ini.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 sudah sangat baik. Data menunjukkan bahwa 91,8 persen masyarakat menggunakan masker, 77,1 persen menggunakan hand sanitizer, dan 76,69 persen menghindari kerumunan.

Tapi ada yang menarik terkait data tersebut, yaitu dalam hal memakai masker, perempuan lebih patuh terhadap anjuran tersebut dengan persentase 94 persen dibanding laki-laki hanya 88 persen.Masih dari data BPS terkait larangan kerumunan, perempuan lagi-lagi lebih patuh yaitu 81 persen, laki-laki hanya 71 persen tingkat kepatuhannya.

Sebelumnya, WHO menekankan bahwa dengan hadirnya vaksin maka tak berarti nol kasus covid-19. Setiap orang tetap harus melakukan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

WHO) juga menjelaskan, face shield dapat membantu mencegah penularan virus, tetapi harus dibarengi dengan pemakaian masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan.

Terdapat sejumlah alasan mengapa setiap orang tetap harus menerapkan protokol kesehatan meski vaksin sudah tersedia. Salah satunya, vaksin akan diberikan kepada masyarakat secara bertahap karena jumlah vaksin masih terbatas. Alhasil, masih akan banyak orang yang belum divaksin sehingga virus tetap dapat menyebar dan berisiko menginfeksi siapa saja.

Berdasarkan teori, suatu wilayah dapat dikatakan bebas dari penyakit jika sudah terjadi kekebalan kelompok atau herd immunity. Kondisi ini bisa dicapai dengan pemberian cakupan vaksin mencapai 90 persen. Menurut Iris, cakupan vaksin ini di Indonesia baru bisa dicapai setelah beberapa waktu.

Sesuai rekomendasi WHO harus 70 persen, berarti di Indonesia dengan 280 juta penduduk perlu sekitar 160-170 orang yang harus divaksin. Atau setidaknya 50 persen saja itu 140 juta orang.(adv)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.