04 April 2025

Get In Touch

DPRD Jatim Berharap Tambah Fosfat di Madura Mampu Tingkatkan APBD

Wakil Ketua DPRD Jatim Ahmad Iskandar
Wakil Ketua DPRD Jatim Ahmad Iskandar

SURABAYA (Lenteratoday) – Banyaknya kandungan fosfat di pulau Madura berpotensi meningkatkan APBD di daerah tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, hasil tambang fosfat bisa menembus pasar eksport ke luar negeri.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Ahmad Iskandar mengatakan bahwa potensi fosfat pulau Madura termasuk di Sumenep cukup melimpah. Tentunya hal ini memiliki potensi membangkit ekonomi yang cukup menjanjikan, tentunya jika ada penggarapan yang baik. Bahkan, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan bisa eksport ke luar negeri.

Untuk itu, lanjut Iskandar, perlu ada kajikan akan kualitas fosfat tersebut. “Kalau dalam kajian tersebut sangat menjanjikan tentunya bisa ditawarkan ke negara lain yang wilayahnya membutuhkan fosfat,” kata politisi Partai Demokrat ini, Rabu (20/1/2021).

Di sisi lain, Iskandar berharap keberadaan tambang fosfat di Kabupaten Sumenep Madura mampu menambah APBD daerah setempat dan bisa mengangkat perekonomian masyarakat di ujung Pulau  Madura.

Dia menandaskan, berdasarkan kajian yang ada, saat ini ada sekitar 18 kecamatan yang berpotensi untuk pertambangan Fosfat. Politisi asli Sumenep ini menjelaskan bahwa fosfat memiliki banyak kegunaan dalam hal industri terutama sebagai bahan baku pupuk fosfor.

Dia menambahkan bahwa banyak negara memanfaatkan fosfat sebagai bagian dari industri pertambangan. Sementara, Indonesia memiliki banyak kawasan potensial untuk pertambangan fosfat. “Ini sebuah peluang untuk memberdayakan masyarakat Sumenep dengan adanya tambang Fosfat tersebut,” kata Iskandar.

Sementara itu, berdasarkan rangkuman dari hasil penyelidikan Sub Direktorat Eksplorasi Mineral Industri dan Batuan, endapan fosfat ada di Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep. Kisaran kadar P₂O₅ (difosforus pentaoksida) di daerah Sampang 2,28 - 37,09 %, Pamekasan 5,61 - 37,79 %, Sumenep 6,20 % - 44,23 %, dengan jumlah sumberdaya fosfat di daerah Kabupaten, Sampang sekitar 5.000.000 m3, Pamekasan  sekitar 23.400 m3, dan di Sumenep sekitar  827.500 m3 .

Berdasarkan kandungan P₂O₅ endapan fosfat di daerah, Sampang sebagian besar dapat digunakan sebagai pupuk alam, sebagian kecil lagi sebagai bahan baku pupuk super fosfat (SP36). Kemudian di Pamekasan sekitar 55 % dapat digunakan sebagai pupuk alam dan sebaian kecil sebagai pupuk super fosfat (SP36).

Di daerah Sumenep dapat digunakan sebagai pupuk alam dengan kualitas A sebanyak 22 lokasi (sekitar 48,9 % dari seluruh jumlah lokasi). Untuk kualitas C sebanyak 4 lokasi (8,9 %), yang mempunyai mutu I sebanyak 21 lokasi (46,7 %) dan mutu II ada 4 lokasi (8,9 %),  untuk bahan baku pembuatan asam fosfat terdapat sebanyak 11 lokasi (24,4 %), untuk bahan baku pembuatan pupuk SP-36 sebanyak 14 lokasi (31,1 %).

Untuk keperluan tertentu, endapan fosfat di daerah Madura perlu mengalami proses benefisiasi baik untuk meningkatkan kadar  P₂O₅ maupun untuk menghilangkan unsur/ senyawa pengotor lainnya. Sehingga endapan fosfat tersebut memenuhi syarat bagi keperluan tertentu. (ufi)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.