
SURABAYA (Lenteratoday) - Empat Program Studi UK Petra mendapatkan dana hibah untuk Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) dari direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud sebesar Rp 237.400.000 juta.
Rektor UK Petra, Prof. Dr. Djwantoro Hardjito menyatakan kegembiraannya atas bentuk penghargaan perolehan dana pengembangan kurikulum oleh Kemendikbud. Hal ini kata rektor, menegaskan komitmen UK Petra untuk siap berubah, menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan jaman.
Bersyukur, ini merupakan bentuk komitmen kami menyesuaikan perkembangan jaman yang luar biasa cepat akibat Revolusi Industri 4.0 maupun akibat pandemi Covid-19 ini,“ ungkap rektor.
Sementara itu, Aditya Nugraha, S.T., M.S., Ph.D. selaku Kepala Excellence in Learning and Teaching Center (ELTC) UK Petra mengungkapkan, salah satu faktor utama yang harus dicapai dalam kurikulum Kampus Merdeka adalah banyaknya kerjasama dengan berbagai mitra di luar kampus, baik dengan perguruan tinggi lain, dunia industri, maupun berbagai institusi di masyarakat.
“Itulah yang kemudian memacu prodi-prodi untuk menjalin kerjasama dengan industri dan mitra-mitra lainnya," beber Aditya.
Aditya menambahkan, dengan adanya program hibah Pengembangan Kurikulum MKBM ini, maka tiap prodi yang ada di UK Petra bisa mengakselerasi pelaksanaan inisiatif dari program Kampus Merdeka.
Sejatinya, lanjut Aditya, program MBKM ini sejalan dengan kurikulum baru di UK Petra, yang disebut sebagai LEAP (Leadership Enhancement Program). Keempat prodi tersebut adalah prodi Bahasa Mandarin, Teknik Mesin, Desain Interior dan Ilmu Komunikasi.
Keempat prodi ini telah merancang beberapa program yang memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan berbagai bentuk pembelajaran di luar kampus dengan skala dalam atau luar negeri.
"Setidaknya selama satu semester penuh. Kegiatan pembelajaran juga dapat dilakukan bersama dengan pihak industri atau berbagai institusi non-perguruan tinggi lainnya," pungkasnya. (Sur)