04 April 2025

Get In Touch

DPRD Jatim Apresiasi Peningkatan Realisasi Investasi di Jatim

Wakil Ketua DPRD Jatim Sajat Tua Simandjuntak
Wakil Ketua DPRD Jatim Sajat Tua Simandjuntak

SURABAYA (Lenteratoday) – Pimpinan DPRD Jawa Timur mengapresiasi realisasi investasi di Jatim pada 2020 yang merupakan masa pandemic Covid-19 ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal itu merupakan capaian yang luar biasa Provinsi Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simandjuntak mengatakan bahwa realisasi investasi tersebut merupakan benyuk kesuksesan Gubernur Khofifah dalam memimpin Jatim. Dalam realisasi investadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang tahun 2020, Jatim menjadi tertinggi. “Selama tahun 2020 ada peningkatan 33,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan untuk skala nasional investasi naik 2,1 persen,” katanya, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, dengan peningkatan investasi ini menjadi tonggak dari kebangkitan perekonomian Jatim di tengah pandemi Covid-19. Dengan keberhasilan ini, politisi Partai Golkar ini juga merasa sangat optimis Gubernur Khofifah akan mampu membawa perekonomian Jatim semakin meningkat pada 2021.

Terlebih lagi, ada beberapa terobosan yang dilakukan Gubernur Khofifah. Diantaranya dengan memberikan pelayanan perizinan secara on line, melalui aplikasi JOSS (Jatim Online Single Submission) pada awal tahun ini. Dengan inovasi tersebut, Sahat mengharapkan bisa menarik peningkatan investor menanamkan modalnya di Jatim.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jatim lainnya, Anwar Sadad juga mengapresiasi dan mengacungi jempol atas prestasi realisasi investasi di Jatim pada 2020. Dia menilai, ada peningkatan yang sangat luar biasa pada 2020 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Realisasi investasi di Jatim pada tahun 2019 sebesar 58,45 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)  45,45 triliun dan Penanaan Modal Asing (PMA) sebesar 13 triliun. Angka itu mengalami kenaikan cukup tinggi karena pada tahun 2020 mencapai 78,3 triliun terdiri dari PMDN 55,7 triliun PMA 22,6 triliun. "Ini adalah prestasi besar,"ujar Sadad yang juga Plt Ketua DPD Gerindra Jatim itu.

Sadad menambahan bahkan pada sisi kinerja PMDK, Jatim juara, dibandingan provinsi lain. "Total peningkatan kinerja investasi Jatim mencapai 33,8 persen dibandingkan dengan kinerja tahun lalu," jelasnya, Kamis (28/1/2021).

Akan tetapi, ada satu hal yang menjadi catatannya, yaitu kenaikan investasi tersebut tidak berdampak pada penurunan angka pengangguran di Jatim. Disamping itu, kenaikan investasi juga tidak mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jatim yang tetap jeblok. Dia melihat hal ini seperti anomaly, dimana capaian kinerja penanaman modal prestisius tapi tak berdampak pada penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut catatan BPS Jatim, sampai Agustus 2020 pengangguran bertambah 466,02 ribu orang. Sedangkan perekonomian Jatim, setelah sempat tumbuh pada triwulan I, pada masa pandemi Covid 19 di triwulan II dan III mengalami kontraksi 5,9 persen dan 3,75 persen.  

Sedangkan pada kinerja investasi Jatim pada tahun 2018 lalu  hanya 51,2 triliun. Dengan kinerja investasi yang tak terlalu moncer, perekonomian tumbuh 5,5 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,83 persen. Hal itu berdasarkan data yang dirilis BPS pada Februari 2019.

"Pengangguran bertambah 17 ribu, tetapi jumlah penduduk yang bekerja bertambah lebih dari setengah juta penduduk Jatim, atau 567 ribu orang. Nah, berdasarkan fakta-fakta itu saya merasa perlu mendesak Gubernur bersama tim ekonominya untuk mengkaji anomali tersebut," kata Sadad. (ufi)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.