
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Ketua Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengapresiasi upaya para pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
PPKM sendiri masih akan berlangsung hingga 31 Januari yang akan datang. Lebih lanjut ia menyampaikan para pedagang yang berada di sekitar lokasi Yos Sudarso dan G. Obos terlihat berusaha mematuhi peraturan tersebut. Saat ini mereka berupaya memaksimalkan penjualan sistem ‘online’ dan ‘take away’.
“Kami menghargai usaha para pedagang UMKM tersebut, meski di kondisi sulit sekarang ini mereka berusaha mematuhi aturan,” papar Subandi, Jumat (29/1/2021).
Di warung-warung makan maupun cafe tersebut menyediakan tempat cuci tangan. Jumlah meja dan kursi yang disediakan juga terlihat lebih sedikit daripada biasanya. Hal ini untuk mengurangi jumlah pengunjung yang makan dan minum di tempat. Selain itu mereka juga menyediakan sekat untuk membatasi antara pengunjung dengan petugas kasir dan yang melayani.
Para pedagang UMKM tersebut juga membatasi jam operasional mereka dan mengikuti aturan. Selama PPKM sudah tutup pada pukul 21.00 WIB. Untuk yang masih beroperasi di atas jam 9 malam mereka hanya melayani ‘take away’ atau layanan pesan antar.
“Kami yakin pengorbanan mereka tersebut tidak akan sia-sia, kita harus optimis dengan mematuhi aturan, para pedagang UMKM sudah berkontribusi dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19,” kata politisi Partai Golkar tersebut.
Masa berlaku PPKM memang tinggal 2 hari lagi, namun sampai saat ini belum ada informasi apakah akan diperpanjang atau tidak. Karena harus dievaluasi dulu efektivitasnya, serta melihat perkembangan angka kasus Covid-19 setelah selesainya masa PPKM. Karena tujuan Pemerintah dengan PPKM adalah memutus mata rantai Covid-19, bukan memutus mata pencaharian masyarakat.
“Tentunya harus dikaji dulu efektivitas dari PPKM sebelum menentukan akan diperpanjang atau tidak. Intinya pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di saat yang bersamaan pemerintah juga berusaha membangkitkan ekonomi, tentunya bukan pekerjaan yang mudah,” pungkasnya. (nov)