
MADIUN (Lenteratoday) - Polres Madiun siapkan Kampung Tangguh Semeru (KTS) tingkat rukun tetangga (RT). Hal tersebut dilakukan untuk dapat mendukung upaya PPKM Mikro.
Kapolres Madiun, AKBP. Bagoes Wibisono mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada 179 KTS tingkat kelurahan di Kabupaten Madiun. Dan 93 KTS tingkat RT. Namun angka tersebut belum cukup untuk menekan angka covid-19.
"Sesuai yang disampaikan Pak Presiden bahwa keselamatan masyarakat diatas segala-galanya. Sehingga menjalankan misi mengantisipasi penyebaran covid-19. Kita bisa menahan laju penyebaran covid hingga seminimal mungkin," jelas Bagoes saat sambutan di Tribun Satlantas Polres Madiun, Rabu (10/02/2021).
KTS tingkat RT dinilai efektif untuk memfilter orang dari luar lingkungan RT tersebut yang dikhawatirkan orang tanpa gejala (OTG). Karena di KTS tingkat RT sudah memiliki ruang isolasi mandiri yang penjagaannya dari warga sekitar.
"Tanpa kita screening. Besar kemungkinan orang tersebut OTG. Contohnya, saya crosscheck di exit tol Dumpil. Saya menemukan OTG. Saya rapid orang tersebut reaktif, akhirnya saya suruh balik. Sama halnya dengan KTS tingkat RT sistemnya seperti itu," ujarnya.
Bagoes mengatakan bahwa tingkat keberhasilan KTS tingkat RT dalam menangani Covid-19 sangat tinggi. Itu dibuktikan peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Madiun yang menjadi zona orange.
"Dibentuk secara mandiri. Temen-temen wartawan bisa check langsung di lapangan. Tanpa manipulasi, tanpa di akal-akali. Semua pure tingkat desa, babinsa dan babinkamtibmas. Ini yang unik dibandingkan Kabupaten lain," kata Bagoes.
Rencananya, penambahan KTS tingkat RT akan lebih digencarkan. Sehingga dalam waktu dekat, seluruh lingkungan RT di Kabupaten Madiun menjadi kampung tangguh. Dan Kabupaten Madiun kembali menjadi zona hijau.
"Sehingga diharapkan dari 179 kelurahan ini kita punya kurnag lebih 4000-an RT. Semoga semua bisa membangun KTS masing-masing dengan swadaya," pungkasnya. (Ger)