
JEMBER (Lenteratoday)- Menjelang berakhirnya masa jabatan, Wakil Bupati KH Abdul Muqit Arief akhirnya pulang kampung ke Desa Karangharjo Kecamatan Silo. Seperti diketahui, KH Muqit merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah.
Kepulangan Wabup KH Muqit tidaklah semeriah ketika dirinya diantar menjabat Wakil Bupati Jember lima tahun lalu menuju Pendopo Pemkab Jember maupun Rumah Dinas yang berlokasi di Jalan Gajah Mada. Tiba di Ponpes Al Falah, KH Muqit menyapa warga setempat dan teman, saudara, tetangga serta para santri.
"Saya secara resmi hari ini sudah pulang kampung, kembali ke pondok pesantren, meninggalkan rumah dinas. Walaupun masa tugas kami berakhir pada 17 Februari, saya Senin dan Selasa masih ada tugas ke Jember," ujar KH Muqit, Jumat (12/2/2021).
KH Muqit yang pernah menjabat Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) DPC PDIP Jember ini juga mengatakan, sejumlah masyarakat yang mengantarnya dari rumah dinas menuju rumahnya di Silo merupakan bentuk ketulusan dan persaudaraan.
"Ini sejarah ya. Kalau dulu saya diantar ke Jember sebagai pejabat, nah sekarang saya jadi rakyat kecil lagi, jadi rakyat jelata lagi, dan bukan siapa-siapa lagi, namun disambut sedemikian rupa. Terimakasih, semoga ini menjadi ketulusan dan persaudaraan dunia akhirat," ujarnya, dan diamini puluhan warga setempat.
KH Muqit juga sempat menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat. "Kami sebagai manusia biasa mohon dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya, karena banyak kekurangan, kekhilafan dan kesalahan," tuturnya.
"Kami juga mohon maaf selama lima tahun belum bisa berbuat banyak, semoga sesedikit ini yang kami lakukan bisa bermanfaat untuk Jember," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu KH Muqit juga menyampaikan pada 17 Februari mendatang akan dilantik Bupati dan Wabup baru yakni H Hendy Siswanto dan Gus Firjaoun. "Bupati dan wakil bupati baru nanti kita dukung bersama, perbedaan dukungan kemarin sudah good bye, selamat tinggal dan sekarang jadi saudara lagi. Semua bersatu lagi membangun Jember sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing," ujarnya.
Dia juga mengingatkan agar kerumunan warga setempat yang menyambut kepulangannya juga diakhiri karena untuk pencegahan pandemi covid.
Berbagai pihak mengelu-elukan kepulangan Wabup KH Muqit bersamaan dengan berakhir masa jabatannya. Masyarakat menilai KH Muqit sebagai sosok yang pemimpin nyantri yang kental dengan kultur pondok pesantren, santun dan akhakul kharimah yang layak menjadi panutan masyarakat.
Sementara hingga kini Bupati Faida belum ada kejelasan kapan akan meninggalkan rumah dinas Pendopo Wahya Wibawagraha Pemkab Jember meski jabatannya berakhir 17 Februari mendatang. Bupati Faida sendiri kalah dalam Pilkada Jember 2020 dan dalam kepemimpinannya diduga bakal banyak meninggalkan persoalan birokrasi, layanan publik maupun kasus hukum. (mok)