
BLITAR (Lenteratoday) - Untuk pertama kalinya, perempuan menjadi nakhoda DPD PAN Kabupaten Blitar. Sesuai hasil Musyawarah Daerah (Musda) V PAN Kabupaten Blitar, di Hall Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar yang memutuskan nama Susi Nurulita KD menjadi Ketua Formatur maka otomatis menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Blitar periode 2020-2025.
Musda yang langsung dipimpin Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan digelar secara daring (online) serentak bersama 40 DPD dari 6 provinsi diantaranya Jambi, Bengkulu, Sumut, Sulsel, Jatim dan DIY Jogjakarta. Sedangkan khusus Jatim ada 13 DPD, yang juga bersama melaksanakan Musda hari ini.
Disampaikan Zulhas sapaan Zulkifli Hasan bahwa mekanisme Musda V ini musyawarah mufakat, agar tidak terjadi lagi konflik yang berujung bentrok seperti saat Kongres di Kendari lalu. "Jangan ada lagi kongres seperti jaman jahiliyah, apalagi saat ini pandemi Covid-19 jadi Musda Bersama V PAN dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes)," ujar Zulhas melalui aplikasi zoom meeting.
Zulhas menandaskan di usia partai yang sudah 23 tahun, harus sudah matang dan dewasa. Maka melalui konsolidasi internal partai, untuk musyawarah mufakat menentukan perwakilan DPD menjadi formatur. Nanti DPP akan menentukan 4-6 nama menjadi tim formatur, serta diberikan waktu 2 minggu untuk menyusun pengurus DPD yakni ketua, sekretaris, bendahara dan seterusnya. "Jika tidak mampu memutuskan, nanti akan saya (DPP) putuskan," tandasnya.
Zulhas menambahkan pengurus DPD harus mencerminkan wilayah teritorialnya, serta ada perwakilan dari tiap kecamatan. Minimal ada 10 kades atau isterinya jika suaminya masih aktif, maupun mantan kades. "Pengurus DPD sekaligus caleg DPRD kabupaten atau kota, minimal menjadi pengurus organisasi saya PAN. Karena ukuran parpol adalah berapa anggota DPRD nya," imbuhnya.
Kemudian Zulhas melanjutkan pembacaan tim formatur dari tiap DPD PAN, yang menggelar Musda V secara daring dari daerahnya masing-masing. Untuk Kabupaten Blitar, Zulhas menunjuk Susi Nurulita Kumala Dewi menjadi Ketua Tim Formatur bersama Wakil Bupati Blitar Terpilih, Rahmat Santoso sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) dan Heri Romadhon sekarang Ketua DPD PAN Kabupaten Blitar.
Usai Musda Heri Romadhon menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran pengurus DPD PAN, cabang, ranting dan relawan atas dukungannya selama menjadi Ketua DPD Kabupaten Blitar selama 3 periode sejak 2005 lalu. "Terutama Sekretaris DPD Najib Zakaria dan Ketua MPP Pak Hadi Rumpuko beliau juga sebagai pendiri PAN di Blitar," kata Heri.
Heri yang mengawali karir berpolitiknya di PAN sebagai Ketua DPC PAN Kecamatan Wonodadi pada 1998 ini, sudah menjadi legislatif sejak 2004. "Alhamdulillah dengan kesolidan, kekompakan dan kebersamaan dalam bingkai Satu Kata Satu Hati (Sakti). Bisa membesarkan PAN di Kabupaten Blitar, awalnya 2004 hanya 2 kursi menjadi 5 kursi pada 2009. Kemudian 2014 bertambah lagi jadi 7 kursi, serta bertahan 7 kursi pada 2019 tapi suaranya bertambah dan diberikan bonus oleh Allah SWT sukses mengantar wakil bupati ," paparnya.
Terakhir sebelum mengakhiri sambutannya, Heri pamit kepada seluruh pengurus PAN Kabupaten Blitar yang hadir. Karena telah ditunjuk DPP PAN menjadi Bendahara Umum DPW PAN Jatim.
"Sesuai keputusan Ketum bahwa Formatur Tunggal sudah diputuskan Bu Susi yang otomatis menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Blitar periode 2020-2025. Maka saya pamit, karena nanti lebih banyak di Surabaya," imbuhnya.
Secara terpisah Ketua Formatur terpilih yang juga Ketua DPD PAN, Susi Nurulita Kumala Dewi mengaku tidak menyangka langsung ditunjuk Ketum PAN Zulhas. "Tapi saya masih bersyukur didampingi Pak Heri Romadhon dan Pak Rahmat (Wakil Bupati Blitar Terpilih) untuk menyusun kepengurusan DPD PAN Kabupaten Blitar," tutur Susi yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar ini.
Selanjutnya Susi mengaku ada PR yang harus dibenahi kedepan, yaitu mengembalikan kursi legislatif yang berkurang di Dapil 5 Kabupaten Blitar pada Pileg 2019 lalu. "Saya yakin dengan kekompakan, kesolidan dan dukungan fraksi PAN bisa meraih target 2 kursi per Dapil. Serta mengembalikan kursi di Dapil 5 dan khusus Dapil 6 ada 3 kursi, karena saya ada disana," pungkas Susi.(ais)