
SURABAYA (Lenteratoday)- Pakar mitigasi kebencanaan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Ir Amien Widodo MSi, menekankan pentingnya pemeriksaan infrastruktur dan dilakukannya sinergi seluruh pihak agar masyarakat selalu siap menghadapi kondisi yang tak terduga.
Salah satunya yakni terjadinya angin puting beliung yang kian meningkat frekuensi, kekuatan angin, kecepatan, dan jangkauan wilayah terdampaknya saat musim hujan tiba.
Amien mengatakan, terjadinya puting beliung sering kali mengakibatkan kerusakan rumah atau pohon. Padahal, menurutnya, terdapat faktor internal yang memengaruhi daya tahan struktur tersebut. Misalnya saja pohon yang keropos, akarnya serabut, atau sudah tua akan lebih rentan roboh.
“Demikian pula, rumah dengan struktur atap yang tidak kokoh akan lebih mudah terdampak. Untuk itu, masyarakat diimbau memeriksa kondisi rumah, pohon, dan infrastruktur lainnya secara berkala,” tuturnya, Selasa (3/12/2024).
Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS itu pun mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan infrastruktur dan vegetasi yang berpotensi membahayakan.
Langkah paling sederhana, masyarakat dapat memastikan atap rumah terpasang dengan baik dan dalam kondisi kuat. Lingkungan sekitar juga perlu pengawasan seperti untuk kondisi pohon dan tidak memasang benda berat di area pohon.
Tak hanya itu, Amien menegaskan, pendekatan triple helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat turut mendukung keberhasilan memantau kondisi lingkungan.
Masyarakat dapat segera melaporkan jika melihat adanya kondisi pohon yang tidak sehat dan kurang layak di sekitarnya. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), berperan penting untuk mengeksekusi penggantian pohon yang sudah tidak sehat.
“Peran akademisi sendiri berfokus pada pemetaan risk tree assessment di beberapa lokasi,” terang Amien.
Untuk mendukung inovasi teknologi dan kesadaran dalam tanggap bencana, ITS juga sedang mengembangkan alat untuk memindai kesehatan pohon.
“Ke depannya, alat untuk mendeteksi kekosongan kambium yang berpotensi membuat pohon rentan roboh tersebut akan digunakan,” terang dosen Departemen Teknik Geofisika ITS tersebut.
Tak lupa, Amien mengingatkan masyarakat untuk tetap mawas diri dan lebih baik berlindung di rumah ketika kondisi hujan lebat disertai petir kilat yang menyambar.
“Sinergi kerja sama dan kesadaran kolektif seluruh pihak dapat meminimalkan dampak dari angin puting beliung dan tentunya keselamatan masyarakat bisa lebih terjamin,” tukasnya.