Pasca Bom Makassar, Polres Blitar Kota Perketat Pengawasan 70 Gereja dan Eks Napi Terorisme

BLITAR (Lenteratoday) - Jajaran Polres Blitar Kota memperketat pengawasan keamanan 70 gereja dan eks napi terorisme, pasca ledakan bom bunuh diri di gereja katedral di Makassar.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan menyampaikan pasca kejadian bom bunuh di gereja katedral di Makassar, jajarannya langsung melakukan upaya-upaya menjaga siatuasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Blitar Kota. "Baik dengan Forkopimda Kota dan Kabupaten Blitar, juga bekerja sama dengan tokoh agama, masyarakat, pemuda dan stake holder lainnya," ujar AKBP Yudhi, Selasa (30/3/2021).
Lebih lanjut perwira dengan melati dua di pundak ini menjelaskan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota dan Kabupaten Blitar. "Untuk sama-sama menjaga situasi kamtibmas, di semua tempat ibadah umat beragama baik masjid, gereja, pura, wihara dan tempat ibadah lainnya," jelasnya.
Sebenarnya langkah pengaman sudah dilakukan sebelum adanya kejadian bom di Makassar, namun pasca kejadian lebih ditingkatkan lagi pengamanan dan pengawasan di tempat-tempat ibadah. Apalagi, kata AKBP Yudhi, di wilayah hukum Polres Blitar Kota ini, juga ada beberapa eks napi terorisme.
"Kita lakukan pemantauan dan edukasi, melalui tokoh agama dan masyarakat disekitarnya agar paham radikalisme tidak merebak di masyarakat," ungkap AKBP Yudhi.
Termasuk Polri juga meningkatkan pengawasan dan keamanan di lingkungan perkantoran, karena sebelumnya ada penangkapan 22 orang tersangka terduga terorisme di Jawa Timur. "Beberapa diantaranya, ada yang alamatnya masuk wilayah Polres Blitar Kota," bebernya.
Oleh karena itu sebagai pencegahan dan upaya deteksi dini, dilakukan pemantauan adanya kemungkinan ancaman gangguan kamtibmas. Sehingga kondisi di wilayah hukum Polres Blitar bisa terjaga, aman dan kondusif tidak sampai terjadi kejadian yang menganggu perekonomian di Kota dan Kabupaten Blitar. "Yang paling penting masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri, melalui babinsa dan bhabinkamtibmas bersama kelompok masyarakat yang sadar kamtibmas," tandas AKBP Yudhi.
Termasuk melalui Posko PPKM yang ada di setiap desa, AKBP Yudhi dalam setiap kesempatan melakukan monitoring dan evaluasi selalu menyampaikan pesan disiplin mencegah penyebaran Covid-19 dan menjaga situasi kamtibmas.
Terkait pengamanan gereja menjelang perayaan Paskah bagi umat nasrani, AKBP Yudhi menegaskan, polisi bersama TNI, Banser dan elemen masyarakat lainnya juga sudah berkoordinasi untuk saling membantu menjaga keamanan seluruh gereja yang ada di wilayah Polres Blitar Kota. "Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, dibantu juga personel dari jajaran Polsek termasuk melibatkan keamanan dari internal gereja sendiri," terangnya.
Saat ini pihak Polres Blitar Kota juga sudah menetapkan dan disprintkan, personel yang melakukan pengamanan. Untuk gereja kecil dan besar, personel yang disiapakan antara 2-5 anggota. "Tergantung dari kondisi besar kecilnya gereja, serta jumlah warga yang beribadah," beber AKBP Yudhi.
Adapun jumlah gereja yang ada di wilayah hukum Polres Blitar Kota, total ada 70 gereja kecil, sedang dan besar. Gereja ini tersebar pada 9 polsek, terdiri dari 3 polsek di wilayah Kota Blitar dan 6 polsek yang masuk wilayah Kabupaten Blitar.
Apakah nantinya juga dilakukan penambahan personel yang ditugaskan menjaga keamanan di gereja, AKBP Yudhi menambahkan tergantung kondisi di lapangan. "Karena kebetulan saat ini ada peningkatan kegiatan keagamaan, khususnya umat nasrani jelang perayaan Paskah. Termasuk akan diterapkan pengamanan di pintu gerbang, dengan menggunakan alat deteksi logam atau metal detector," imbuhnya.(ais)