03 April 2025

Get In Touch

KPU Surabaya Punya Siro dan Siboy, Apa Itu?

KPU Surabaya Punya Siro dan Siboy, Apa Itu?

Surabaya - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya merilis Maskot,Mars, dan Jingle guna memeriahkan Pemilihan Wali kota dan Wakil WalikotaSeptember 2020 mendatang. Selain itu juga untuk meningkatkan partisipasi pemilihdi Surabaya.

Dalam pelaksanaan Pilkada, KPU mengusung tagline “PemilihanBermartabat Surabaya Hebat”.  “Yangdimaksud Bermartabat, ada tiga unsur dalam penyelenggaraan Pelmilu yakniPenyelenggara, Pemilih dan Peserta mengerti sekaligus menjalankan hak dankewajibannya sesuai peraturan dan perundang undangan yang berlaku,” ucap KetuaKPU Surabaya, Nur Syamsi saat sambutan, Kamis (16/1/2020).

Disaat yang bersamaan Subairi, Divisi Sosialisasi PendidikanPemilih, Partisipasi Sumber Daya Manusia KPU Kota Surabaya menyampaikan, tujuandibuatkan Maskot, Mars serta jingle agar Surabaya mempunyai ciri khas, agarbisa di kenang oleh masyarakat Surabaya. Maka dari itu KPU mengadakan lombadalam pembuatan Maskot, Mars dan Jingle. Pesertanya pun tidak hanya dari Surabayamelainkan seluruh Jawa Timur.

 “Prosesnya lumayanpanjang, Mulai dari pembentukan panitia, pembukaan lomba, hingga penilaianserta menentukan juara dan akhirnya di publikasikan hari ini,” katanya.

Wahyu Widodo, koordinator juri perlombaan menjelaskanpeserta didominasi warga luar Surabaya dan telah ditetapkan tiga pemenang daritiga kategori. “Siska Wahyu Prasetyawati asal Nganjuk untuk lomba pembuatanMaskot yang mengusung ikon Siro dan Siboy, pemenang lagu Mars adalah Dian WahyuHudioro asal Surabaya, dan pemenang untuk Jingle adalah Fajar Setyo Kurniajiasal Sampang Madura,” Jelas Wahyu.

Wahyu mengatakan bahwa Maskot Siro dan Siboy berhasilmenjadi pemenang karena sebelumnya menggunakan boyo dan kemudian suro, makakali ini menyatukan keduanya, disamping beberapa pertimbangan lain.

 “Namun peserta yanglain hasil karyanya juga bagus-bagus, ada yang mengambil ikon bambu runcing,semanggi dan Bung Tomo. Namun kami dewan juri sepakat dengan Siro dan Siboy,”tandasnya.

Alasan lainnya, lanjut Wahyu, karya Siska dinilai simpelkarena nantinya juga akan dibuatkan boneka. “Kalau terlalu detil (njlimet) makaakan kesulitan pembuatannya dan penamaan ikon, murni ide peserta,” tambahnya.

Untuk lomba Mars, dewan juri membatasi durasi selama 2menit. Untuk penilaiannya, tidak hanya sekedar musik, tetapi kalimat dankata-katanya juga dijadikan penilaian.

 “Bahkan kami jugamemberikan beberapa kata yang wajib dimasukkan dalam lirik. Prinsipnya, semuamenarik. Ada yang memasukkan unsur musik daerah dan modern” imbuhnya.

Diakhir acara, Soeprayitno Divisi Hukum dan Pengawasanberharap dengan adanya Maskot, Mars dan Jigle ini menjadi pengingat bagi wargaSurabaya yang telah memiliki hak pilih di Pilkada Surabaya 2020. “

 “Sehingga angkapartisipasi pemilihnya bisa optimal,” pungkas anggota KPU Surabaya yang akrabdisapa Nano ini. (ard)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.