
Blitar - Semakin banyak pasangan calon (paslon) dalam Pilwali Kota Blitar tahun 2020 ini, diharapkan bisa meningkatkan jumlah partisipasi pemilih pada pesta demokrasi yang akan digelar 23 September 2020 mendatang. Hal ini disampaikan Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam.
Jika melihat hasil dari Pilwali tahun 2010 dan 2015, terlihat tingkat partisipasi pemilih mengalami penurunan. "Karena pada 2010 ada 5 paslon, sedangkan 2015 hanya ada 2 paslon," tutur Choirul Umam pada Acara Gathering Media bersama KPU Kota Blitar, Kamis (16/1/2020).
Dia menjelaskan dengan jumlah paslon lebih banyak pada 2010, ternyata tingkat pertisipasi pemilih bisa mencapai 77 persen. Sementara, pada Pilwali 2015, dengan jumlah paslon hanya 2 tingkat partisipasi pemilih turun menjadi 70 persen. "Ini menjadi pelajaran dan evaluasi bagi kami, bahwa semakin banyak jumlah paslon ternyata mempengaruhi tingkat partisipasi," jelasnya.
Demikian juga dalam Pilwali Kota Blitar Tahun 2020 ini, diprediksi jumlah paslon Bacawali dan Bacawawali juga akan banyak. Jika melihat dari kekuatan kursi partai politik, serta majunya paslon dari jalur independen atau perseorangan. Serta tidak adanya petahana, yang akan mencalonkan kembali.
Choirul Umam memprediksi jumlahnya mencapai 5 paslon. "Ini prediksi dari kekuatan kursi partai sekitar 3 paslon, serta adanya paslon jalur independen yang sudah menyerahkan mandat operator 2 paslon," ungkap Choirul Umam.
Berapa pun jumlah paslon yang mendaftar, Choirul Umam mengaku tidak akan membatasi jumlahnya. Karena nanti akan terseleksi dengan adanya persyaratan administrasi dan syarat dukungan minimal untuk calon independen. "Tidak ada batasan berapa pun jumlah paslon yang mendaftar, karena masih ada proses seleksi yakni administrasi, validasi data syarat dukungan minimal 11.355," tandasnya.
Apalagi ditambahkan Choirul Umam, jika untuk persyaratan dukungan minimal calon independen pada Pilwali tahun 2020 ini, 1 orang 1 lembar dukungan. Tidak lagi kolektif, serta dicek satu persatu dukungannya. "Sangat mungkin akan ada data yang double, sehingga terjadi seleksi untuk calon independen," pungkasnya. (ais)