04 April 2025

Get In Touch

Jamhadi : Produk Mamin dan Agro Jatim Potensial Rambah Rusia

Jamhadi : Produk Mamin dan Agro Jatim Potensial Rambah Rusia

Moskow-Rusia masih menjadi pasar ekspor yang prospektif bagi Indonesia,termasuk berbagai komoditas dari Jawa Timur (Jatim). Hal tersebut diungkapkanKetua KADIN Surabaya, Dr.Ir.Jamhadi,MBA saat melakukan lawatan ke NegeriBeruang Putih ini.

“Di tengah lesunya perekonomian globaltermasuk yang kini dialami Rusia, komoditas-komoditas dari Jatim sangatpotensial untuk masuk pasar di sini,” ujarnya disela ‘Bussiness InternationalEntreprise East Java To Rusia 2019’, Rabu (31/7).

Menurut Jamhadi, beberapa produk eksporunggulan Jatim dapat mengisi kebutuhan konsumsi warga Rusia. Di antarnya kopi,teh, cokelat, dan produk makanan seperti mie dan hasil agro contohnya buah-buahantropis, ikan, dan fashion.”Banyak sekali permintaan produk-produk dariIndonesia. Tidak hanya perusahaan besar, tapi pelaku Usaha Kecil dan Menengah(UKM) juga bisa memanfaatkan peluang ini,” tutur pria yang juga menjabatsebagai Tim Ahli KADIN Jatim ini.

Apalagi, pasca kebijakan Rusia untukmemberlakukan larangan impor produk pertanian dari Barat yang membuka peluangbagi negara-negara non-pemberi sanksi untuk memasuki pasar produk pangan diRusia, termasuk Indonesia. Kebijakan Rusia dalam beberapa tahun belakangan inimemang mendorong kerja sama regional dengan negara-negara Asia Timur, AsiaTenggara dan Pasifik.

Meski demikian, Jamhadi membenarkan kondisiekonomi Rusia saat ini sedang tidak bergairah akibat pengaruh global.Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 diprediksi melambat menjadi hanya 1,3 persen.Padahal di 2018 ekonomi Rusia masih tumbuh sebesar 2,3 persen. “Inflasi jugameningkat menjadi 5,2 persen hingga 5,4 persen pada Februari. Bahkan Saat iniJuli puncaknya  pada 5,5 persen hingga5,7 persen,” kata Chairman Tata Bumi Raya Group itu.

Kondisi tersebut tidak terlalu mempengaruhiekspor produk Indonesia ke Rusia. Terbukti beberapa komoditas tetap tinggipermintaannya di pasar Rusia, seperti kopi instan, makanan kaleng, buah kalengdan minyak goreng. Menurut catatan,produk Indonesia tidak hanya masuk lewatMoskow, tapi juga melalui kawasan timur Rusia, tepatnya Kota Vladivostok.

Sekadar diketahui, nilai perdagangan bilateralkedua negara pada tahun 2017 tercatat meningkat 14,34 persen atau senilaiUSD2,5 miliar. Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan PresidenRusia Vladimir Putin di sela pertemuan ASEAN di Suntec Convention Centre,Singapura, November 2018 lalu mengungkapkan keinginannya agar targetperdagangan sebesar USD 5 miliar (sekitar sekitar Rp68,4 triliun) kedua negaradapat tercapai pada tahun 2020 mendatang.

Pasar Rusia mencakup lebih dari 140 jutapenduduk. Ditambah lagi, produk dari Jatim juga berpeluang masuk kenegara-negara anggota Euroasian Economic Union yang merupakan bekas pecahan UniSoviet. Yaitu, Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgistan. Total pangsapasarnya mencapai 180 juta penduduk.

Menurutnya, yang lebih penting saat ini adalahmengubah pola pikir masyarakat Indonesia termasuk Jatim, terutama pelaku usaha,terhadap Rusia. ''Karena masih takut dengan gambaran Soviet. Padahal saat inisangat berbeda dan aman,'' tutup Jamhadi. (*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.