04 April 2025

Get In Touch

Rayu Investor Rusia, Jamhadi Tawarkan Perkapalan hingga Wisata

Rayu Investor Rusia, Jamhadi Tawarkan Perkapalan hingga Wisata

Moskow- Hubungan diplomatik dengan Rusia sudah dimulai sejak 3 Februari 1950 ketika Negeri Tirai Besi itu mengakui Indonesia sebagai negara medeka dan berdaulat. Ada banyak potensi investasi yang bisa dikembangkan dari jalinan hubungan yang harmonis antara kedua negara ini.

Jawa Timur (Jatim) sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia pun memiliki potensi tinggi untuk menarik investasi dari Rusia. Dalam acara Indonesia-Russia Business Forum,di Mowkow, Kamis (1/7), Ketua KADIN Surabaya, Dr.Ir. Jamhadi, MBA menawarkan peluang di sektor perkapalan hingga wisata halal saat didapuk menjadi salah satu pembicara.

“Alhamdulillah ada 164 perusahaan Rusia hadir dalam Business Forum kali ini. Itu bisa menjadi peluang Jatim dan Surabaya khususnya untuk menarik investasi dari Rusia,” ujarnya disela-sela acara yang berlangsung di The Ritz Carlton Hotel Moskow.

Pariwisata menurut Jamhadi bisa menjadi magnet karena warga Rusia suka liburan. Menurut catatan Kementerian Pariwisata RI, dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2019, sebanyak 70.795 orang Rusia telah mengunjungi Indonesia. Jumlah tersebut meningkat hingga 13,49 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Untuk diketahui, pada tahun 2018 wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia mencapai 125.697 orang pada 2018. Angka ini, di atas rata-rata wisatawan mancanegara lainnya.

Salah satu yang menjadi daya tarik adalah wisata halal.Sebagai informasi, Wisatawan Muslim terbesar dari Eropa adalah asal Rusia. Sebab, populasi Muslim di Rusia mencapai sekitar 30 juta atau sekitar 20 persen dari total populasi Rusia. Muslim di Rusia terutama ada di daerah Moskow, Kazan, Provinsi Tatarstan dan Ufa, Provinsi Bashkortanastan. Ketiga daerah tersebut selain jumlah Muslimnya signifikan, juga karena daya belinya tinggi.

“Jatim menawarkan Bangkalan sebagai halal port atau pelabuhan halal. Pengembangannya ke sisi Madura sebagai wisata dan ke sisi Suramadu atau Surabaya untuk area komersilnya,” tutur Jamhadi.

Dia optimistis Jatim mampu karena selain didukung lokasi yang bagus, ada PT. PAL dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang memiliki fakultas perkapalan yang bisa membangun pelabuhan dilengkapi dengan yacht-yacht wisata. “Ada 64 universitas dan akademi sejenis di Surabayadan sekitar 300 perguruan tinggi se-Jatim. Secara SDM, teknologi dan lain-lain kami optimistis,” tuturnya.

Apalagi, sudah ada direct flight dari Istanbul, Turki ke Bali. Warga rusia memiliki kemudahan untuk berwisata ke Indonesia, sebab menurut informasi saat diskusi berlangsung, sedikitnya ada 13 juta warga Negeri Beruang Putih yang berwisata ke Turki.”Nah dari Bali ke Jatim kan juga dekat. Dari ujung misalnya, pesona wisata di Banyuwangi dengan pantainya, Probolinggo dengan Bromonya dan masih banyak lagi termasuk Suraba,” katanya.

Diakuinya, pariwisata merupakan sektor yang akan memberikan multiplier effect besar kepada ekonomi masyarakat hingga lapisan terbawah. Ini terbukti dengan potensi wisata lokal yang terus dikembangkan di berbagai daerah. “Wisata ini kalau berhasil digarap, tak hanya dinikmati pemilik hotel atau pemilik wahana wisata, tapi Pedagang Kaki Lima (PKL), produsen camilan dan souvenir hingga tukang ojek pun bisa menikmati imbas ekonominya,” katanya.

Selain wisata, investasi di sektor lain seperti manufaktur, mesin hingga minyak dan gas juga menjadi topik yang hangat. “Kita juga langsung dapat pesanan kopi pada pertemuan kali ini. Artinya, tak hanya perusahaan besar, pelaku usaha kecil menengah (UKM) juga berpeluang menggarap pasar Rusia,” katanya.(*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.