04 April 2025

Get In Touch

Pembahasan Perubahan Nama Jalan Terancam Molor

Pembahasan Perubahan Nama Jalan Terancam Molor

Surabaya - Polemik pergantian nama jalan masih saja tarik ulur. Terakhir, malah muncul permintaan supaya pembahasan tentang pergantian nama jalan dilakukan setelah pelaksanaan pemilihan walikota Surabaya. Artinya, pembahasan baru akan dilakukan setelah bulan September nanti.

Usulan tersebut disampaikan anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Badru Tamam. Dia berpendapat sebaiknya rencana pergantian nama-nama jalan ini diundur sampai Pemilihan Walikota (Pilwali) selesai digelar, dikhawatirkan momen politik ini disalah gunakan oleh calon-calon tertentu.

"Yang ditakutkan nantinya membuat kegiatan pesta demokrasi tidak berjalan sesuai dengan apa adanya,” katanya, Kamis (223/1/2020).

Badru juga mengkhawtirkan ketika warga yang terkena dampak atas perubahan nama tersebut, datanya bisa digandakan. “Okelah kita menghargai para pahlwan Surabaya tapi kenapa tidak dilakukan dari dulu. Kenapa tidak dilaksanakan jauh-jauh hari ? mengapa harus mendekati pesta demokrasi? Sehingga nantinya menganggu kekacuan politik di Surabaya ujuk-ujuk ada perubahan nama jalan,” jelasnya.

Tak hanya itu, lanjut Badru, selain diribetkan dengan amburadulnya data kependudukan serta administrasi, pastinya berpengaruh pada sektor ekonomi. Ia menilai perubahan nama ini bisa jadi tidak hanya untuk kepentingan Kota Surabaya melainkan untuk kepentingan pengusaha. Sebab pergantian nama jalan dengan nama pahlawan itu ketika tanah sudah dikuasai oleh para investor. “Apakah ini memang murni kepentingan kota surabaya?,” Tanya Badru yang juga Politisi Parti PKB ini.

Makan dari itu, usul Badru, sebaikanya perubahan nama jalan ini ditunda sampai dengan pelaksaan pesta demokrasi selesai. "Saya setuju sih, kalau memang rencana ini diundur. Agar suasana kota surabaya kondusif tidak diribetkan dengan pergantian data," pungkasnya. (ard)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.