KEMELUT di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bak menguak kisah lama. Istilah Cicak Vs Buaya kembali mencuat, bahkan ada yang menyebut kisruh kali ini merupakan jilid ke-4 dari perseteruan tersebut. Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah bersuara, prediksi dan komentar terus berkembang ke segala arah. Bahkan, pegiat anti-korupsi menyebut skenario penyingkiran Novel Dkk merupakan upaya balas dendam Ketua KPK, Firli Bahuri. Sebab, di antara 75 pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) tersebut, terdapat sejumlah orang yang pernah menangani pelanggaran etik Firli ketika masih menjabat Deputi Penindakan KPK. Ingat! jangan sampai kisruh ini menghambat pemberatasan korupsi. Rakyat yang rugi. BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/05/LenteraToday-19052021.pdf
[3d-flip-book mode="fullscreen" id="50057" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/05/LenteraToday-19052021.pdf">