
Pasuruan - Perseteruan antara Partai Golkar dan PDIP Kota Pasuruan kian memuncak. Partai Golkar menutup rapat-rapat kesempatan Raharto Teno Prasetyo, ketua PDIP, mengikuti penjaringan bakal calon walikota Pasuruan.
Kedua partai yang bersekutu pada Pilwali 2015 lalu itu merenggang sejak Teno yang menjabat Wakil Walikota Pasuruan menggantikan posisi Walikota Setiyono yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Partai Golkar bahkan menjadi oposisi dalam setiap kebijakan Plt Walikota Teno.
Anggota Tim Pilkada Partai Golkar, Arief Ilham, menyebut, proses penjaringan Cawali telah berakhir meski hanya diikuti empat orang dari unsur eksternal. Mereka adalah Ismail Nachu, Ayik Suhaya, Yuli Andriyani dan Anshori.
“Penjaringan Cawali Partai Golkar memang tidak kami lakukan secara terbuka. Proses penjaringan sudah selesai dilakukan,” kata Arief Ilham.
Pihaknya mengaku tidak pernah menolak keinginan Teno mengikuti proses politik tersebut. Hanya saja, tim PDIP yang bermaksud mendaftarkan Teno sudah melebihi batas waktu yang ditetapkan.
“Ada pimpinan PDIP yang mau mengambilkan berkas pendaftaran untuk Teno, tapi sudah terlambat. Kami memang tidak pernah mengumumkan batas waktu proses penjaringan itu. Saat ini penjaringan dilakukan dari internal Partai Golkar,” tandas Arief Ilham.
Sementara itu, Raharto Teno Prasetyo mengakui jika ia tidak bisa mendaftarkan diri dalam penjaringan Cawali Partai Golkar. Ia tidak mengetahui jika penjaringan Partai Golkar tersebut sudah ditutup.
“Wis (sudah) ditutup,” kata Teno menjawab wartawan terkait penjaringan Cawali Partai Golkar. (oen)