04 April 2025

Get In Touch

Fenomena Munculnya Kerajaan Baru, Ini Kata Psikolog

Fenomena Munculnya Kerajaan Baru, Ini Kata Psikolog

Surabaya - Indonesia baru-baru ini Indonesia dikejutkandengan fenomena munculnya kerajaan baru. Kerajaan yang dibangun tidak adalandasan sejarah apapun ini sempat viral beberapa waktu lalu. Hal ini tentumembuat masyarakat Indonesia resah.

Jika dilihat dari kacamata psikologi tentunya hal ini bisadi kaitkan dengan kejiwaan seseorang. Dosen Psikologi Universitas 17 Agustus1945 (Untag) Surabaya, Andik Matulessy mengatakan jika dalang dibalik munculnyakerajaan baru ini bisa dikatakan mengalami gangguan Psikologis atau melakukantindak pembohongan terhadap publik.

“Ada satu nama dalam psikologis itu delusi, yakni seseorangdapat memiliki imajinasi, pemikiran, emosi yang sebenarnya irasional jauh darikata realita,” kata Andik saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (28/1/2020).

Andik menjelaskan, jika munculnya kerajaan yang berada diPurworejo sebenarnya bukan gangguan jiwa melainkan suatu kebohongan demimendapatkan keuntungan.

“Jadi masyarakat yang ingin menjadi pengikutnya diberi janjibahwasanya nantinya jika mereka bersedia menjadi bagian dari kerajaan akanmendapatkan uang berkali-kali lipat, jabatan yang tinggi dan itu dilakukansetiap hari untuk meyakinkan,” jelasnya. 

Sebab, menurut Andik perkataan yang terus diucap secaraberulang-ulang dapat mempengaruhi pemikiran seseorang. Dampaknya memang tidakmembahayakan akan tetapi masyarakat seperti mendapatkan sesuatu dari kerajaantersebut.

 “Kalau saya lihatmasyarakat Indonesia sekarang itu masyarakat yang lagi sakit, ingin mendapatkansesuatu dengan mudah, ingin mendapatkan sesuatu dengan cepat, ingin mendapatkanstatus sosial yang tinggi, itu kan kalau saya lihat semua tidak merasa tertipudan merasa bahwa apa yang dilakukan benar,” tegasnya.

Dikatakan, masyarakat sedang sakit sebab mereka percaya akansesuatu yang tidak ada buktinya. Sakitnya itu terletak pada sesuatu yang dianggapirasional jadi rasional.

“Orang yang bergabung adalah orang yang frustasi dengan kondisidirinya sendiri, maupun kondisi eksternalnya. Mereka rela memberikan uang lebihdan berharap mendapatkan lebih dari itu,” tuturnya.

Andik menuturkan jika masyarakat mudah percaya dengan apayang dijanjikan sebab tingkat pendidikan yang sangat rendah. Maka dari itumunculnya kerajaan baru ini tidak pernah terjadi di tengah perkotaan.

 “Itu lah mengapakejadian seperti ini selalu berada pada daerah-daerah pelosok. Ya dikarenakansatu, tingkat pendidikan yang tergolong sangat minim, kedua bahwa pendirikerajaan meyakini kurangnya akses informasi yang mereka dapat bisa menjadicelah. Sebab mereka tidak akan mencari sumber informasi lain selain darikerajaan,” pungkasnya. (ard)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.