
Bondowoso - Berdasarkan data sementaradari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jatim, banjir bandang yangmelanda Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso berdampak pada 4.024 jiwa yang tersebar di dua desa, yaituDesa Kalisat sebanyak 2.028 jiwa dan Desa Sempol sebanyak 1996 jiwa.
Melihat banyaknya warga terdampak, Gubernur Jawa Timur Khofifah IndarParawansa langsung kordinasi dengan Bupati Bondowoso serta meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terkait di Provinsi Jatimlangsung turun dan koordinasi bersama BPBD dan OPD Kabupaten Bondowoso.
Khofifah meminta pada BPDB dan OPD terkait dengna menyiagakan tim selama24 jam penuh. “Saya juga turun langsung pagi ini memastikan proses penangananpasca banjir bandang ini,” ujarnya, Kamis(30/1/2020).
Dijelaskan, saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kab. Bondowoso,Polsek, Dinkes Kab. Bondowoso, Koramil dan Agen bencana telah melakukanpendataan, evakuasi dan penanganan darurat. Selain itu, mereka juga melakukan pembersihanjalan menggunakan alat berat.
Berdasarkan hasil laporan dari BPBD Jatim, jelasnya, masyarakat yangterdapak telah dievakusi di lokasi aman, diantaranya di rumah-rumah penduduk yangaman. “Warga terdampak mengungsi dirumah tetangga/saudara yang lebih aman. Berbagai elemen instansi pemerintah,TNI, POLRI, dan relawan bergotong royongmembersihkan lingkungan yang terdampak banjir bandang ,” jelas orang nomor satudi Jatim ini.
Seperti yang diketahui, hujan deras terjadi di kawasan gunung diKabupaten Bondowoso, dimana kawasan hutan tersebut saat musim kemarau banyakterjadi kebakaran hutan. Sehingga saat hujan deras menimbulkan banjir bandangdi wilayah Desa Sempol dan Kalisat, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Rabu (29/1/2020).
Banjir terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, dengan lokasi kejadian di DesaSempol dan Desa Kalisat, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Banjir bandangsurut pada pukul 16.30 WIB. Sampai saat ini hujan sudah reda, banyak materiallumpur, kayu, dan batang pohon di jalan-jalan desa. (ist/ufi)