
Blitar - Siapakah SL (37) janda 2 anak warga RT24/RW6, Dusun Kedung Bulus, Desa Sumber Kembar, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, yang diduga tega membunuh bayinya sendiri. Usai melahirkan sendiri, bayi hasil hubungannya dengan pria asal Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Di rumah orang tuanya, kemudian menguburkannya di belakang rumah.
Keseharian SL yang sudah lama menjanda ini, dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan tidak banyak bergaul dengan tetangga sekitar.
Menurut penuturan tetangga sekitar rumahnya, SL orangnya biasa-biasa saja tidak ada yang aneh. "Hanya beberapa minggu terakhir memang badan, terutama perutnya terlihat lebih gendut (buncit)," tutur tetangga yang minta tidak disebutkan namanya.
Anehnya sekitar seminggu lalu, badanya terlihat kurus. Padahal sebelumnya, perutnya buncit.
Sehari-hari SL bekerja sebagai pembantu rumah tangga, di tetangga dekat sekaligus menjaga toko peracangan saudara Kades Sumber Kembar, Hadi Suwito.
Sepengetahuan Hadi, SL bukan tipe wanita yang genit atau banyak bergaul dengan pria. SL juga pernah bekerja sebagai TKW ke luar negeri, kemudian kembali pulang. "Dia pernah jadi TKI, kemudian pulang dan tidak pergi (kerja ke luar negeri) lagi," kata Hadi.
Status janda cerai yang disandang SL sudah cukup lama, lebih dari 5 tahun. Setelah cerai dari suaminya, SL belum pernah menikah lagi. Memilih bekerja, untuk membesarkan 2 anaknya yang sudah SMA.
Apakah tidak ada yang curiga dengan perubahan fisik SL, yang hamil hingga 9 bulan sampai melahirkan. Menurut Hadi memang tidak terlalu kentara, karena SL selalu menggunakan rok panjang dan pakaian longgar. "Badannya juga agak gemuk, jadi tidak kelihatan kalau sedang hamil," bebernya.
Jadi warga sekitar Dusun Kedung Bulus sendiri juga kaget, begitu mendengar kabar SL hamil. Kemudian melahirkan, lalu mengubur bayinya sendiri yang katanya sudah meninggal. "Dia (SL) sendiri cerita, melahirkan di rumah sendiri ketika sepi tidak ada orang. Kemudian memandikan bayinya, ketika diperiksa sudah tidak ada nafasnya (meninggal). Karena takut dan bingung, akhirnya dikuburkan di belakang rumah," ungkap Hadi.
Apakah sebelum kejadian ini tidak ada gelagat yang mencurigakan dari SL, Hadi menjawab tidak begitu memperhatikan, hanya saja memang sempat ijin tidak masuk kerja selama 4 hari. "Sama adik saya disuruh ke dokter kalau memang sakit, dia hanya menjawab cuman tidak enak badan," ungkap Hadi.
Soal hubungannya dengan pria yang dikatakan warga Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Hadi juga tidak tahu banyak. Apakah sudah lama berhubungan, kenal dari siapa juga tidak banyak diceritakan SL. "Karena bisa saja sering ketemu tapi di Kota Blitar, karena setiap hari SL mengantar sekolah anaknya ke kota. Bisa saja ketemuan dengan pria itu di kota, jadi tidak diketahui siapa pun," jawab kades yang baru terpilih ini.
Kini SL sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Blitar, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apakah benar bayi tidak berdosa tersebut meninggal setelah dilahirkan, atau sesuai kecurigaan polisi sengaja dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri. (ais)