
Sidoarjo- Mengusung tema ‘Sidoarjo Cerdas’, Kota Udang ini memasuki usia ke-161 di tahun 2020 ini. Buktinya, pertumbuhan ekonomi tercatat tinggi dan angka kemiskinan mengalami penurunan.
Hal ini merupakan hasil dari Sidoarjo yang cerdas mengelola sumber daya alam (SDA) dan lingkungan dengan inovasi serta teknologi tepat guna sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.
“Upaya pembangunan secara konkret telah kita mulai bersamadengan isu-isu strategis program percepatan pembangunan, sebagai tekad untukmembangun basis-basis ekonomi rakyat guna mengentaskan kemiskinan danmengupayakan ketersediaan infrastruktur yang layak,” ujar Pelaksana TugasBupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin saat upacara peringatan Hari Jadi ke-161tahun di Alun-alun Sidoarjo, Jumat (31/1).
Cak Nur—begitu sapaanya-- menyampaikan bahwa di usia yanglebih dari 1,5 abad, pembangunan di Kabupaten Sidoarjo terus berjalan ke arahyang lebih baik.
Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi di Kota Deltayang terus meningkat dari tahun ke tahun. Disampaikannya, untuk tahun lalu,pertumbuhan ekonomi Sidoarjo mencapai 6,05 %. Naik dari tahun sebelumnya 5,80%.Pertumbuhanekonomi Kabupaten Sidoarjo ini melampaui dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yangsebesar 5,50 % dan juga di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,17%.
Sementara untuk angka kemiskinan di Kabupaten Sidoarjomengalami penurunan. Dari yang semula di tahun 2017 sebesar 6,23 %, menjadi5,69 %. Artinya angka kemiskinan turun sebanyak 0,54 % dalam setahun.
Selain itu, pertumbuhan sektor industri di Kabupaten Sidoarjo,terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Untuk investasi di tahun 2019,sampai dengan triwulan ke IV, mencapai sebesar Rp 22.958.867.247.660. “Initidak lepas dari berbagai kemudahan izin investasi yang kami berikan. Daritahun ke tahun, nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Sidoarjo juga terusmengalami kenaikan,” jelas Cak Nur. (Pin)