
Blitar - Satreskrim Polres Blitar bergerak cepat untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan bayi oleh ibunya sendiri di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, dengan memeriksa teman pria atau pacar SL secara intensif.
Disampaikan Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi kalau pihak sudah memeriksa teman pria SL, janda yang diduga membunuh bayinya sendiri, berinisal AD warga Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jumat (31/1/2020). "AD kita periksa secara intensif, terkait kasus yang dilakukan SL," tutur AKP Sodik, Sabtu (1/2/2020).
Dijelaskan AKP Sodik, pemeriksaan ini dilandasi keterangan SL, yang pada saat pemeriksaan awal mengaku dihamili AD. "Oleh karena itu polisi memanggil AD, untuk mencocokkan keterangan SL dan mendalaminya," jelasnya.
Lebih jauh mengenai hasil pemeriksaan terhadap AD, AKP Sodik mengaku belum bisa membeberkan karena masih menunggu hasil pemeriksaan SL yang kini masih opname. "Karena pelaku SL masih opname, sesuai dengan saran dokter yang menyatakan perlu perawatan kesehatan pasca melahirkan," ungkapnya.
Nantinya keterangan dari hasil pemeriksaan saksi AD yang diduga menghamili janda dua anak tersebut, akan dicocokkan dengan keterangan SL. Sehingga penyidik bisa menyimpulkan, bagaimana dan apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini.
"Karena saksi AD masih bujang alias belum menikah, jadi harus diperdalam lagi pemeriksaanya. Menunggu kondisi pelaku SL sehat dan bisa diperiksa," tandas AKP Sodik.
Ditanya mengenai status AD, dijawab AKP Sodik sementara ini masih sebagai saksi. Untuk SL janda dua anak yang diduga tega membunuh bayi yang dilahirkan beberapa hari sebelumnya. "Sebagai pelaku dugaan pembunuhan bayinya sendiri, karena hasil otopsi, alat bukti dan keterangan saksi-saksi masih kita kumpulkan dan akan dilakukan pendalaman," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Kedung Bulus, Desa Sumber Kembar, Kamis (30/1/2020) digegerkan dengan penemuan mayat bayi yang diduga dibunuh oleh ibunya sendiri SL (37) janda dua anak dan dikubur dibelakang rumahnya.
Terbongkarnya kasus ini berawal dari kecurigaan warga sekitar terhadap kondisi fisik SL, yang sebelumnya perutnya gendut (buncit) kemudian kurus. Serta ada yang melihat, SL mengubur sesuatu di belakang rumah yang kemudian dilaporkan ke Polsek Binangun. Setelah digali, ditemukan mayat bayi terbungkus kain. (ais)