04 April 2025

Get In Touch

4 Partai Usung Cawawali, PDIP Jadi "Kue Manis" Koalisi

4 Partai Usung Cawawali, PDIP Jadi

Blitar - Pasca munculnya signal kuat rekomendasi dari PDIP untuk incumbent Santoso, sebagai Calon Walikota Blitar (Cawali) pada Pilwali Kota Blitar 2020 ini. Mendadak 4 partai di Kota Blitar mengaku sudah mengerucut, akan mengusung Calon Wakil Walikota (Cawawali) dalam Pilwali Kota Blitar. Apakah ini tanda 4 partai akan berkoalisi dengan PDIP, untuk mengusung pasangan Cawali dan Cawawali ?

Mengerucutnya 4 partai untuk mengusung Cawawali ini disampaikan Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaedi ketika ditanya sikap politik partainya, akan berkoalisi dengan partai apa saja. "Sudah, kita sudah intens berkomunikasi dengan beberapa partai untuk kemungkinan membangun koalisi," tutur Agus.

Diungkapkan Agus ada 4 partai (termasuk PPP) yang sudah ketemu menjalin komunikasi dengan PPP, bahkan dalam pembahasannya sudah mengerucut akan mengusung Wakil Walikota (Cawawali). "InsyaAllah kalau sesuai pembahasan, memang ke 4 (partai) ini mengerucut ke wakil," ungkapnya.

Ditanya 4 partai itu apa saja, Agus enggan membeberkan dengan alasan masih dalam proses dan nanti pada waktunya akan diumumkan. Termasuk apakah ini tanda akan berkoalisi dengan PDIP, Agus hanya menjawab tersenyum.

Namun, jika melihat perkembangan politik sampai hari ini, dari beberapa figur calon yang mendaftar ke partai sebagai Cawali belum ada satu pun yang mendapat lampu hijau dari induk partai. Seperti Tjujuk Sunaryo (kader Partai Gerindra), Heru Sunaryanta (mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Blitar), Galih Saksono (pengusaha), Hendri Pradipta Anwar (kader PDIP putra mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar), Thofan Herinoto (anggota polisi aktif) dan Nuhan Eko Wahyudi (Sekretaris DPC PPP dan anggota DPRD Kota Blitar) dan M Tobroni atau Kak Toni (anak pendiri PKB sekaligus kader).

Kecuali incumbent yang kini menjabat Plt Walikota Blitar, Santoso yang secara terang-terangan direkomendasikan oleh DPD PDIP Jatim ke DPP Pusat menjadi Cawali. Maka otomatis baru satu figur Cawali, yang mempunyai peluang paling besar untuk mendapat rekomendasi dari induk partai.

Demikian juga disampaikan Ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto yang mengakui segala mungkin dalam politik, demikian juga berkoalisi dengan PDIP juga mungkin. "Mungkin saja, semuanya mungkin terjadi kalau memang itu sudah keputusan partai," tandas Yasin.

Apalagi jika melihat peta politik nasional, dimana PDIP berkoalisi dengan PPP, PKB, Golkar, Hanura, dan terakhir Gerindra. Apakah koalisi ini juga akan terwujud di Bumi Bung Karno Kota Blitar.(ais)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.