
MALANG, (Lenteratoday) - Tragedi meninggal dalam kesendirian kini semakin sering bermunculan di laman berita. Menyadur kompas.com seorang perempuan telah meninggal di usianya ke 68 dalam kesendirian. Ia meninggal saat melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Kalimantan Barat.
Meninggal dalam kesendirian sebelumnya telah banyak terjadi di Jepang atau Korea Selatan, butuh waktu berhari-hari untuk orang lain mengetahui kondisi korban. Di beberapa media kondisi meninggal dalam kesendirian menjadi masalah yang serius. Di Jepang, pada bulan Februari hingga harus membentuk menteri kesepian, karena massivnya kondisi kematian dalam kesepian ini.
Khawatir tentang tren Meninggal dalam Kesendirian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang menganjurkan warga yang menjalani isoman untuk tetap melapor pada Fasilitas Kesehatan Daerah secara berkala. Dr. Husnul Muarif, menghimbau agar warga Kota Malang yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) agar terbuka dan mau meng-update kondisi mereka pada petugas kesehatan terdekat.
Ada 200 orang yang menjalani isoman karena kondisi Rumah Sakit yang kelebihan pasien akibat melonjaknya covid19. Ia memiliki kekhawatiran yang sama tentang apa yang terjadi di Kalbar.
“Mengabarkan kondisinya harus dilakukan oleh warga yang isoman, agar petugas puskesmas juga bisa melakukan pemantauan dengan baik,” ujarnya saat dihubungi lewat telepon. Kematian yang tinggi akibat covid19 di Kota Malang membuat pelbagai pihak harus bekerja ekstra dalam mencapai kesembuhan, termasuk warga yang terkonfirmasi positif covid19. (ree)