05 April 2025

Get In Touch

Transaksi Misi Dagang Jatim Di Sumut Tembus Rp 474.5 M

Transaksi Misi Dagang Jatim Di Sumut Tembus Rp 474.5 M

Medan – Misi dagang Pemprov Jatim di awal tahun 2020 di provinsi Sumatera Utara padaSelasa (4/2/2020). berhasilmenembus transaksi dagang hingga Rp474,5 miliar.  Capaiantersebut naik Rp 60,5 miliar dari pada misidagang sebelumnya pada tahun 2017.

Dalam rilis PemprovJatim, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memimpin langsung rombonganpelaku usaha asal Jatim menandaskan bahwa trenpositif terhadap hasil tersebut sudah terlihat sejak pertama kali dibukanyamisi dagang pada pukul 09.00 WIB. Pada satu jam pertama dari pembukaan berhasildiperoleh transaksi senilai Rp 109milair. Nilai tersebut terus naik pada jam kedua yang mencapaiangka Rp 195,7 miliar. Dan pada penutupan berhasil dibukukan dengan perolehansebesar Rp 474,5 miliardari 54 transaksi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah IndarParawansa hadir langsung memimpin misi dagang di Medan, menyampaikan bahwa pertemuan semacam inimerupakan sebuah ajang yang diharap bisa meningkatkan sinergitas yang bisamemberi penguatan kepada perekonomian daerah untuk tumbuh secara inklusif.Pertumbuhan ekonomi yang inklusif tersebut disebutnya bisa sejalan denganpeningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

"Mudah-mudahan semuanya akanmemberikan sinergitas dan Win-Win Profit antara Jatim dan Sumut, termasuk didalamnya adalah Trader dan Buyer dari kedua Provinsi," ujarnya optimis.

Lebih lanjut, Khofifah menuturkan jikalangkah penguatan melalui misi dagang adalah bentuk jawaban kesiapan Indonesia,khususnya masing- masing provinsi  dalammenghadapi perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang tengahberlangsung saat ini. Dirinya mengingatkan kepada semua pelaku usaha akankemampuan yang sesungguhnya dimiliki oleh Indonesia jika semuanya bisadisinergikan.

“Kita memiliki kekuatan  energi, sumberdaya alam, sumber daya manusia dan kekuatan jaringan yang luar biasa, penduduk yang cukup besar ,  jika kita  saling silaturahim  melalui Bussines Meeting dan Bussines  Matching tentu akan menjadi penguatan  persaudaraan dan persatuan yang memilikidampak ekonomi yang besar pula ,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Gubernur perempuanpertama di Jatim itu juga menyampaikan rencananya di tahun 2020 ini. Dirinyamenuturkan jika sudah merencanakan delapan misi dagang ke beberapa wilayahprovinsi lain. Diawali dengan Sumatera Utara, dilanjutkan Kepulauan Riau,Sumatera Selatan, Sulawesi kemudian Kalimantan serta beberapa wilayah lain ditanah air.

“Kita berharap tahun ini delapan kalimisi dagang minimum. Saya berharap melalui PAPBD kita masih bisa menambah tigasampai lima titik lagi,” tutur Khofifah

Peran misi dagang juga menjadi pentingjika melihat perbedaan kebutuhan setiap wilayah. Dicontohkan oleh GubernurKhofifah, hasil kelapa sawit di Sumut melimpah, sementara Jawa Timur kaya akanDolomit. Perkebunan sawit butuh dolomit, tetapi banyak yang belum tahu bahwadeposit dolomit di Jatim cukup besar. Hal ini perlu fasilitasi melalui forumseperti ini agar saling bertemu antara trader dan buyer dari kedua provinsi.

“Konfirmasi-konfirmasi terhadapmasing-masing potensi, kebutuhan dan proses supply nya bisa didiskusikanmelalui pertemuan semacam ini,” jelas mantan Menteri Sosial RI itu.

Hal senada disampaikan Wakil GubernurSumatera Utara Musa Rajeksakh yang hadir mewakili Gubernur Sumut. Melalui misidagang ini juga, dirinya menjabarkan jika akhirnya bisa diketahui ataskelebihan dan kebutuhan kedua daerah. Seperti pada komoditi daging sapi yangdiakuinya, Sumut masih melakukan impor dari Australia. Melihat kondisi dagingsapi di Jawa Timur yang dinyatakan surplus dirinya tak menutup kemungkinanbahwa bisa dilakukan pembelian langsung dari Jawa Timur.

Maka dari itu, Wagub Musa menuturkanjika sangat menyambut baik akan diselenggarakannya misi dagang semacam ini. Iaberharap misi dagang bisa mendongkrak semangat para pebisnis dari dua provinsi.

“Dengan kerjasama antar keduapemerintah, semoga dapat meningkatkan nilai perdagangan  antara Sumatera Utara dan Jawa Timur," ucap Musa dalam sambutannya.

Dilaporkan pula, terdapat 147 pelakuusaha dipertemukan pada gelaran acara yang berlangsung selama empat jamtersebut. Jumlah tersebut terdiri dari 31 pelaku usaha asal Jatim dan 116pelaku usaha asli Sumut.

Sedangkan untuk komoditas yang diperjualbelikandiantaranya adalah benih kentang, bibit bawang putih, lensa kacamata, beras,gula, bobit sengon, garam, wortel, pupuk, benih bawang merah, bawang putih,briket arang organik, kemenyan, bola lampu, alas kaki, kopra, daging sapi,telur ayam, kambing, besi beton, kopi, jahe, tepung mocav, manisan Bit, serbukkulit kayu, kayu manis, pupuk borax, jahe merah, jahe gajah, briket batok, danterasi. (hms)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.