
Blitar - Perubahan peta politik di Pilwali Kota Blitar 2020 berdampak terhadap pasangan Henry Pradipta Anwar - Santoso, yang sebelumnya berdua mendaftar ke DPC PDIP Kota Blitar kini terancam berpisah alias cerai.
Tanda-tanda berpisahnya pasangan ini, tampak dari keterangan Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi yang mengaku hanya mengusulkan nama Santoso ke DPP pusat untuk mendapatkan rekomendasi sebagai Cawali. "Sedangkan wakilnya, kita akan coba mixing berkoalisi dengan beberapa partai lain," jawab Kusnadi beberapa waktu lalu.
Cerainya pasangan yang semula maju Henry sebagai Cawali dan Santoso Cawawali ini, semakin menguat dengan adanya kesepakatan koalisi 3 partai yang mengusung putra mantan Walikota Blitar Samanhudi Anwar ini sebagai Cawali.
Adanya komitmen 3 partai yaitu Golkar, Demokrat dan PKS untuk berkoalisi ini, disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kota Blitar, Moh Hardi Usodo. "Golkar, Demokrat, dan PKS sudah sepakat komitmen satu gerbong, mengusung Henry di Pilwali Kota Blitar 2020," kata Dodok panggilan Moch Hardi Usodo pada wartawan.
Dijelaskam Dodok ketiga partai ini sudah intensif berkomunikasi menghadapi Pilwali Kota Blitar 2020, hasilnya sepakat menjalin koalisi untuk mengusung Henry di Pilwali Kota Blitar 2020. "Karena dengan koalisi 3 partai ini sudah cukup, untuk bisa mengusung calon sendiri," jelasnya.
Dimana syarat untuk bisa mengusung calon sendiri minimal memiliki 5 kursi di DPRD Kota Blitar.
Adapun Partai Golkar dan Partai Demokrat masing-masing memiliki 2 kursi, ditambah PKS memiliki 1 kursi maka koalisi 3 partai itu sudah memenuhi syarat untuk mengusung calon sendiri di Pilwali Kota Blitar 2020.
DPD Partai Golkar Kota Blitar diungkapkan Dodok sudah mengusulkan beberapa nama untuk diusung di Pilwali Kota Blitar ke DPP Partai Golkar. Dari beberapa nama itu, DPD Partai Golkar Kota Blitar merekomendasi nama Henry yang mendapat rekomendasi untuk maju sebagai Cawali. "Sebenarnya hanya nama Henry, tapi karena syaratnya harus mengusulkan lebih dari satu nama. Akhirnya di masukkan beberapa nama lain, seperti nama Ito (Demokrat) dan Kak Toni," ungkapnya.
Demikian juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Blitar, Ito Tubagus Aditya membenarkan Partai Demokrat akan membangun koalisi dengan Partai Golkar dan PKS untuk mengusung Henry di Pilwali Kota Blitar 2020. DPC Partai Demokrat Kota Blitar juga sudah mengusulkan nama Henry ke DPP.
Secara terpisah Santoso yang kini menjabat Plt Walikota Blitar, ketika dikonfirmasi apakah benar dengen diusungnya Henry oleh Golkar, Demokrat dan PKS akam berpisah tidak berpasangan lagi. "Saya menunggu rekom PDIP dulu, tidak mau berspekulasi dulu," jawab Santoso.
Sementara Henry ketika dikonfirmasi melelui pesan Whatsapp tidak merespon.(ais)