
Madiun - Wali Kota Madiun, Maidi muntap (marah) saat sambutan pada Rapat Sinkronisasi Progam CSR bersama beberapa Bank di Hotel Aston Madiun, Senin (10/2/2020).
Kemarahan Maidi diduga karena dari 34 bank yang diundang oleh Pemkot, namun yang hadir hanya 17 bank saja. Kejadian itulah yan membuat Maidi geram. Akibatnya, Mantan Sekretaris Daerah Kota Madiun ini meminta supaya pimpinan perusahaan yang tak hadir dalam acara tersebut agar segera dimutasi (pindah tugas) dari Madiun.
"Hari ini saya tindak lanjuti saya, turun tangan sendiri. Tidak apa-apa biarkan berita nasional. Kalau diundang pemerintah gak datang, kan berarti gak peduli. Lek gak peduli nyapo (kenapa) di Madiun, ngga usa di Madiun," kata Maidi dengan nada tinggi.
"Pemerintah berhak mengusulkan (mutasi). Kota ini adalah kota yang ada pemerintahannya, jadi bagi pengusaha di kota ini ya ngikuti aturan. Dia melanggar aturan ya ganti aja (pimpinannya) biar ngikutin aturan," tambahnya.
Menurut Maidi hal ini dianggap sudah melecehkan pemerintah. Karena berdasarkan aturan, progam CSR sudah masuk dalam peraturan daerah (Perda) Kota Madiun.
Terlebih lanjut Maidi mengungkapkan bahwa bank tidak memberikan kontribusi langsung kepada pemerintah. Sementera itu, jika dibandingkan dengan restoran setidaknya menyumbang 10 persen dengan total kurang lebih 350 juta perbulan bulan.
"Coba bank? Nilainya triliunan di kota ini. Tolonglah orang yang tidak mampu itu kasih bahan, kasih tenda apalah. Lah kok diundang aja tidak datang. Pelecehan itu," sesalnya.
Maidi menjelaskan pada dasarnya CSR adalah uang perusahaan yang harus dikembalikan untuk masyarakat. Tetapi jika perusahaan tersebut tidak melakukan hal itu, maka ada sanksi yang mengintai untuk perusahaan yang bersangkutan. (Sur)