
WASHINGTON (Lenteratoday)-Gedung Putih melaporkan sudah separuh populasi Amerika Serikat (AS) disuntik vaksin corona dosis penuh. Sebab, vaksinasi terus digencarkan di tengah penyebaran varian Delta yang kian meluas.
"50 persen orang Amerika (di semua usia) kini telah divaksinasi lengkap. Teruskan!" kata Direktur Data COVID-19 Gedung Putih, Cyrus Shahpar, dalam akun Twitternya, dikutip dari AFP, Sabtu (7/8/2021).
Dengan pernyataan ini, berarti sudah lebih dari 165 juta warga AS telah menerima dua dosis vaksin Moderna atau Pfizer. Atau sekali suntik vaksin Johnson & Johnson.
Sementara itu, pada akhir Mei lalu, dilaporkan juga sudah setengah orang dewasa di AS yang telah divaksinasi penuh.
Shahpar menjelaskan, jumlah vaksinasi naik 11 persen dari pekan sebelumnya, atau naik 44 persen selama dua minggu terakhir. Sedangkan kasus harian, kematian, dan rawat inap masih melonjak tajam beberapa pekan terakhir.
Misalnya, pekan lalu, rata-rata dilaporkan 90 ribu kasus COVID-19 per harinya. Sepertiga dari tambahan kasus baru ini berasal dari Florida dan Texas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyebut tingkat penularan COVID-19 naik 43 persen dari pekan sebelumnya.
Amerika Serikat menjadi negara yang paling terpukul akibat pandemi COVID-19, dengan total kematian mencapai 615 ribu kasus. Angka kematian di AS tercatat sekitar 380 jiwa per hari, dengan rata-rata pasien dirawat bertambah 7.300 orang setiap harinya.
Presiden AS Joe Biden sejak memimpin negara tersebut Januari lalu telah meminta warganya untuk segera mendapatkan vaksinasi. Namun, usahanya ini mendapatkan perlawanan keras dari sekelompok masyarakat, terutama di negara bagian yang konservatif. Imbasnya, angka vaksinasi sempat turun tajam pada April lalu.
Kota-kota termasuk New York dan Los Angeles kini memberlakukan pembatasan sosial baru, seperti meminta bukti vaksinasi sebagai syarat memasuki tempat-tempat dalam ruangan, termasuk restoran dan pusat kebugaran.(afp)