04 April 2025

Get In Touch

Duh! Tempe RI Tergantung Petani AS

Perajin memproduksi tempe berbahan kedelai impor di salah satu rumah industri di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/11). Perajin setempat mengeluhkan harga kedelai impor yang mengalami kenaikan dari Rp6.800 per kilogram menjadi Rp7.350 pe
Perajin memproduksi tempe berbahan kedelai impor di salah satu rumah industri di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/11). Perajin setempat mengeluhkan harga kedelai impor yang mengalami kenaikan dari Rp6.800 per kilogram menjadi Rp7.350 pe

Jakarta – Tempesebagai salah satu makanan inti masyrakat Indonesia ternyata bernasib ‘ngenes’.Menurut  Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK),produk makanan Indonesia seperti tempe masih bergantung pada petani AmerikaSerikat (AS). Kok bisa?

Kebergantungan Indonesia terhadap petani negeri Paman Samdikarenakan bahan bakunya, yaitu kedelai masih diimpor dalam jumlah besar dariAS.

"Tempe kita tergantung petani Amerika, jagung ayam kitamasih banyak kita impor dari Amerika atau Brazil," kata JK di acaraSeminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur,Jakarta, Jumat (9/8).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2018dari total impor kacang kedelai yang sebesar 2,58 juta ton dengan nilai US$1,10 miliar, kacang kedelai dari AS jumlahnya 2,52 juta ton dengan nilai US$1,07 miliar.

Keunggulan AS dalam mengekspor bahan baku seperti kedelaiberkat keberhasilannya mentransformasi perekonomiannya. Khusus di sektorpertanian, JK bilang awalnya 33% penduduk AS merupakan petani pada tahun1960-ab, namun saat ini penduduk aslinya yang menjadi petani hanya sebesar 17%.

Namun, keberhasilan mentransformasi ekonomi yangdiaplikasikan dengan menggarap lahan menggunakan teknologi berhasilmeningkatkan produktivitas empat kali lipat."Karena pemakaian teknologi,bibit yang baik. Kemudian menjadi eksportir, Amerika dia tetap eksportirterbesar itu pertanian," ungkap JK.(*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.