
MOJOKERTO (Lenteratoday) - Selama 3 hari menjari buron Satreskrim Polres Mojokerto, berbagai upaya dilakukan Edi Santoso (39) untuk bisa bertahan hidup. Bahkan, tersangka pembunuhan terhadap Riski Ardianto (27) asal Dusun Banjaran, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang ini nekal mencuri makanan milik pengrajin batu bata merah.
Selama pelarian tersebut, tersangka bersembunyi di area perkebunan tebu sekitar tempat pembuatan batu bata merah (Linggan), tepatnya di kuburan satu Dusun Botok Palung, Desa Temon Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Selain mencuri makanan milik orang, tersangka juga mengambil makanan sesaji yang berada di sekitar area kuburan satu Dusun Batok Palung, Desa Temon, Kecamatan Trowulan.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP. Tiksnarto Andaru Rahutomo, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, setelah mendapat informasi keberadaan persembunyian tersangka, pihaknya langsung bergerak. Tak hanya itu, dia juga menambah kekuatan personil untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.
Berawal dari informasi masyarakat di sekitar pembuatan batu bata merah yang mengeluh selalu kehilangan makanan bawaan mereka, maka polisi langsung mencurigai dimungkinkan makanan itu dicuri oleh tersangka.
"Dari situlah kita langsung melakukan koordinasi bersama anggota untuk melakukan penutupan area yang kita curigai. Kita juga menggunakan alat pesawat tanpa awak agar bisa mengetahui situasi dan kondisi area yang kita curigai. Akhirnya kita bisa menemukan persembunyian tersangka dan meringkusnya," ungkap Andaru Rahutomo, Jumat (26/8/2021).
Masih kata Andaru, selain berhasil mengamankan tersangka, kita juga menyita sebilah pisau dapur yang dibawa tersangka dan diduga kuat sebagai alat penghabisan terhadap korban.
"Tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif guna mengungkap alasan kenapa tersangka tega menghabisi nyawa korban. Tersangka terpaksa dilakukan tindakan terarah dan terukur di kedua kakinya, karena saat dilakukan penangkapan, tersangka diketahui membawa senjata tajam dan berusaha kabur serta berusaha melakukan perlawanan terhadap petugas," pungkas Andaru. (Joe)