04 April 2025

Get In Touch

Angkringan Merah Putih, Suguhkan Rekam Sejarah RI

Angkringan Merah Putih, Suguhkan Rekam Sejarah RI

Ngopi, kongkow plusmengenal sejarah, itulah yang ingin disajikan Angkringan Merah Putih (AMP) yangberlokasi di Jl. Kenjeran, Surabaya. Bahkan menu-menunya juga mengingatkanpengunjung terhadap perjuangan pahlwan mengamankan berbagai kekayaan alam Indonesia.

Berawal dari keinginan untuk membuat rumah rakyat yang dapatdidatangi oleh masyarakat, Gesang  akhirnyamempunyai keinginan membuka angkringan sendiri layaknya di Jogjakarta. Kedaiyang awalnya hanya dilengkapi meja kecil ia rintis sejak 2009, kini sudahmemiliki gerobak guna menyuguhkan dagangannya. Angkringan yang berlokasi diJalan Kenjeran No.519  Gading – Surabayaini, ia beri nama

Tak sekadar nama, saat melihat sisi depan angkringan, kitaakan disuguhkan dengan deretan bendera merah putih. Ditambah lagi, pada bagiandepan angkringan juga terdapat gambar presiden pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno.

Konsep yang diberikan di tempat ini sangatlah unik, layaknyaangkringan tempo dulu. Dinding-dindingnya terpampang gambar dengan unsurIndonesia, dinding-dindingnya berupa batu bata, dilengkapi lukisan bergambar Bali.

Di bagian kiri setelah pintu masuk, pengunjung akan disuguhkandengan deretan camilan beraneka ragam. Kesan tempo dulu juga tampak dari menu-menuyang disuguhkan. Seperti tahu isi, pisang goreng, ote-ote (weci), tempe tepungtahu bacem, tempe bacem, dan masih banyak lagi.

Angkringan yang buka pada pukul 4 sore hingga pukul 1 malamini, juga menjual wedang uwuh serta kopi joss sebagai minuman pendampingkudapan yang ada disini.

Wedang uwuh yang berasal dari campuran rempah-rempah sengaja dipilih karena Gesang ingin melestarikan warisan leluhur. "Awake dewe biyen diidek-idek penjajah iku gara-gara rebutan rempah kok, saiki awakdewe tinggal nerusno sebagai penikmat kemerdekaan" ujar Gesang.( Jawa: kita dulu diinjak penjajah itu gara-gara berebut rempah, sekarang kita tinggal meneruskan sebagai penikmat kemerdekaan,red).

Untuk wedang uwuh sendiri, dibuat dari beberapa rempahdidalamnya, seperti daun cengkeh, daun kayu manis, kulit pohon kayu manis,kapulaga, cengkeh, batang cengkeh, jahe emprit, kayu secang, dan daun pandan.Dan hingga sekarang wedang uwuh masih menjadi primadona di AMP ini.

Dengan mengusung konsep bangunan yang sederhana namunmenyimpan banyak cerita, Gesang tidak mau mengikuti arus konsep angkringanseperti sekarang, ia masih tetap berpegang teguh pada unsur angkringan Jogjanyaitu.

“Konsep saya menjalani sesuatu dengan natural dan apaadanya. Seperti halnya tembok-tombok yang pecah-pecah, kayu yang keropos, sayatidak mau membenarkan. Biar alam yang berbicara,” tutur Alumni Psikologi Untagitu.

Saat kita memasuki ruang inti dari AMP ini, kita akandisuguhkan dengan banyaknya potret sang proklamator, Ir. Soekarno yangterpajang rapi di dinding. Lebih kurang terdapat 100 foto Presiden pertama RIitu, namun ada satu foto presiden yang menjadi foto favorit Gesang. Memiliki ukuranbesar, foto itu bingkai dengan kayu.

“Jadi ini foto yang paling favorit, bukan karena besarukurannya, tetapi pada bagian belakang foto ini terdapat tanda tangan PakKarno,” jelasnya.

Alasan Gesang memilih Soekarno sebagai ikon padaangkringannya ialah baginya Soekarno merupakan tokoh pertama yang beranimemperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Gesang yang berlatar belakang anak dariseorang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ini menginginkan agar sejarahIndonesia agar terus tetap dijaga serta tetap menjaga kekayaan Indonesia.

Tak hanya itu, menarik lagi para pekerja AMP berasal dariIndonesia bagian timur, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT). Gesang sengajamengambil pekerja yang berasal dari luar pulau, karena lagi-lagi ia tidak inginmelupakan sejarah yang pernah terjadi di Indonesia bagian timur tersebut. 

“Pegawai dari NTT sengaja dipilih berdasarkan kisah bungKarno yang dulu merenungkan Pancasila di pulau Ende, Flores NTT.” Tutupnya. (Sas/Ace)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.