TAK berlebihan syak wasangka (kebimbangan dan kecurigaan,red) mencuat saat mengetahui bila jumlah ‘celengan’ pemerintah daerah (Pemda) yang ‘parkir’ di perbankan semakin hari tambah tinggi. Padahal, masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sangat membutuhkan berbagai program, inovasi maupun bantuan agar mampu bangkit dari keterpurukan. Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pun kembali meradang. Sebanyak 33 provinsi tercatat belum menggunakan anggarannya dengan optimal. Jawa Tengah (Jateng) menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang merealisasikan belanja dengan baik. Ironisnya, simpanan Pemda di bank malah nambah lagi. Dari posisi Juli Rp 173,7 triliun menjadi Rp 178,95 triliun pada Agustus 2021, atau naik Rp 5,22 triliun (3,01%). Seretnya realisasi APBD pastinya berimbas besar bagi masyarakat. Mulai dari terlambatnya penyerahan insentif tenaga kesehatan hingga bansos. Buntutnya tentu saja mengguncang ekonomi warga. Ada apa dengan Pemda, diminta ‘menghabiskan’ duit saja sulit? BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/09/24092021.pdf
[3d-flip-book id="67568" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/09/24092021.pdf">