
LAMONGAN (Lenteratoday) - Penyebaran narkotika acap kali mengincar generasi muda. Hal itu yang mendorong Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan untuk gencar bersosialisasi.
Kasatreskoba Polres Lamongan, AKP Akhmad Khusen memaparkan, tiap kali pengungkapan kasus baru, banyak di antaranya melibatkan anak di bawah umur yang berstatus pelajar.
Untuk itu, ia bersama jajarannya terus berupaya menekan penyebarluasan barang haram tersebut dengan menggelar sosialisasi terbatas bersama instansi pendidikan di Lamongan.
"Kalau kita lihat, semakin hari peredaran narkoba semakin marak, makanya kita sudah sering melakukan upaya pencegahan, sebelum pandemi itu malah sering. Saat pandemi ini juga melalui virtual, Di SMK, SMA, Perguruan Tinggi, termasuk di SMP juga," ungkapnya, Senin (29/9/2021).
Bahkan, ia sengaja memperkenalkan langsung bentuk fisik narkotika, sifat, efek samping dan bahayanya. Harapannya, agar laju penyebaran narkotika bisa berhenti di lingkungan masyarakat.
"Saat sosialiasi itu, kami bawa contoh narkoba asli, supaya anak-anak ini juga faham jenis-jenisnya. Kami jelaskan bahayanya. Agar anak-anak muda khususnya pelajar tidak mengkonsumsi narkoba. Kita tidak ingin generasi muda terjerumus dan menjadi pengedar narkoba hanya untuk kenikmatan sesaat," imbuhnya.
Lebih lanjut, menurutnya faktor utama ketertarikan pengguna baru adalah merasa tertantang, fantasi, dan reaksi kimia. Padahal terlepas dari itu semua selain ancaman pasal, efeknya sangat membahayakan.
"Penyebab paling besar penyalahgunaan narkoba itu faktor lingkungan. Baik lingkungan kerja, maupun pergaulan. Kalau tidak lepas dari lingkungan itu, ya akhirnya begitu kumpul-kumpul akhirnya ya terjadi kebobolan juga. Kami akan terus sosialisasikan hal ini agar para pelajar tidak menjadi korban," pungkasnya.
Sambil menutup, ia juga berpesan perlunya langkah antisipasi serius dan sinergitas yang baik oleh pemerintah, BNN, aparat kepolisian maupun tokoh masyarakat, untuk berdampingan menolak narkotika.
"Untuk bersama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat masing-masing daerah, demi mencegah penyalahgunaan narkoba," tutupnya.(Adit)