04 April 2025

Get In Touch

Tayang Hari ini, Intip Sinopsis ‘Bumi Manusia’ Yuk!

Tayang Hari ini, Intip Sinopsis ‘Bumi Manusia’ Yuk!

Film Bumi Manusia garapan rumah produksi Falcon Picturesyang diadaptasi dari novel berjudul sama, mulai tayang pada hari ini, Kamis(15/8). Film yang diarahkan oleh sutradara Hanung Bramantyo dan penulisskenario Salman Aristo tersebut mengisahkan dua anak manusia yang meramu cintapada zaman kolonial awal abad ke-20.

Minke (Iqbaal Ramadhan) adalah anak pribumi yangdiperbolehkan bersekolah di HBS. HBS merupakan sekolah untuk orang-orang Eropa,khususnya Belanda. Sementara itu, orang-orang Indonesia yang boleh bersekolahdi HBS hanyalah mereka yang berasal dari kalangan ningrat atau pejabat. Minkememiliki pemikiran yang revolusioner.

Hal itu membuatnya disegani oleh teman-teman Belanda-nya.Pada suatu hari, Minke jatuh hati kepada anak Nyai Ontosoroh (Sha IneFebriyanti), Annelies (Mawar Eva de Jongh). Nyai Ontosoroh merupakan istrisimpanan seorang Belanda bernama Herman Mellema. Baca juga: Digunakan Syuting BumiManusia, Ini 5 Fakta soal Desa Wisata Gamplong Artis peran Iqbaal Ramadhan(kiri) berperan sebagai Minke dan Mawar de Jongh sebagai Anelis menjalainshooting film Bumi Manusia di bawah arahan sutradara Hanung Bramantyo.

Statusnya sebagai istri simpanan membuat Nyai Ontosorohdikucilkan dan dianggap perempuan tidak terhormat oleh masyarakat. Namun, halitu tidak membuat Nyai Ontosoroh bungkam. Ia terus melawan cemoohan danpandangan buruk dari masyarakat. Ayah Minke yang seorang bupati tidak sukaMinke dekat dengan Nyai karena status Nyai dianggap rendah. Sebaliknya, Minkemengagumi pemikiran dan perjuangan melawan hagemoni bangsa kolonial.

 Polemik muncul saatkebahagiaan Minke dan Annelies ingin direnggut oleh hukum bangsa kolonial. Filmberdurasi 181 menit tersebut dibintangi Iqbaal Ramadhan (Minke), Mawar Eva deJongh (Annelies), Jerome Kurniawan (Robert Suurhof), Ine Febriyanti (NyaiOntosoroh), Bryan Domani (Jan Dapperste alias Panji Darman), dan lainnya.

Penghormatan PadaPramoedya

Film ini merupakan hasil alihwahana novel 'Bumi Manusia'karya Pramoedya Ananta Toer.Sejak wacana alih wahana tersebut santer terdengar,berbagai kontroversi bermunculan. Banyak yang tidak setuju novel itu dibuatversi film.

Alasannya beragam, mulai dari anggapan bahwa film takmungkin mampu memvisualisasikan penuh apa yang ada di kepala Pram dalam durasiyang terbatas, hingga keraguan terhadap sutradara hingga Iqbaal Ramadhan yangberperan sebagai Minke.

Pro dan kontra tersebut sebenarnya adalah hal yang wajar.Sebab 'Bumi Manusia' adalah novel pertama dari Tetralogi Pulau Buru (berikutnya'Anak Semua Bangsa', 'Jejak Langkah', 'Rumah Kaca').

Keempat novel tersebut merupakan sumbangsih yang begitubesar bagi kesusastraan Indonesia. Ditambah lagi nama besar Pram dan bagaimanakisah tersebut ditulis dari dalam penjara di Pulau Buru membuat banyakpenggemarnya 'posesif' terhadap karya tersebut.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Tetralogi Pulau Burudialihwahana, sebelumnya, sempat ada teater bertajuk 'Bunga Penutup Abad' yangmengambil cerita gabungan dari 'Bumi Manusia' dan 'Anak Semua Bangsa'.

Walau demikian, 'Bumi Manusia' tetaplah film yang patutuntuk ditonton karena terlihat diramu dengan apik dan dibuat dengan serius. PramoedyaAnanta Toer adalah sosok penulis yang memiliki sumbangan besar bagi duniasastra Indonesia. Sayangnya, pada masa Orde Baru, karya-karyanya sempatdilarang, bahkan dibakar. Namanya pantas masuk ke dalam bahan ajar BahasaIndonesia di sekolah-sekolah, namun untuk membacanya, pada masa itu, orangharus sembunyi-sembunyi.

Film 'Bumi Manusia' berhasil membuat Pramoedya Ananta Toerkembali menjadi sorotan dan diperbincangkan, bahkan oleh generasi muda yangmungkin belum pernah membacanya dan menonton filmnya karena Iqbaal.(*)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.