
MALANG (Lenteratoday) - Wisata keramik Dinoyo di jalan menuju ke arah Kota Malang sudah lama dikenal masyarakat. Kawasan kerajinan tangan nan indah yang sudah ada sejak tahun 1930an itu tak pernah sepi pengunjung.
Berdasarkan cerita dari Ida Ayu Made Wahyuni, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Periwisata (Kadisporapar) Kota Malang diketahui bahwa sejak 1930an, warga sekitar Dinoyo sudah memproduksi gerabah. Kemudian sekitar tahun 1950an warga pengrajin gerabah ini merambah kerajinan keramik dan menjadi produk unggulan kerajinan berbahan baku tanah liat.
Seiring perkembangan, maka keramik Dinoyo telah menjadi sentra industri kerajinan yang secara turun temurun dan masih lestari meski banyak bersaing dengan keramik dari luar negeri.
Kini kampung keramik Dinoyo telah menjadi Kampung wisata yang dikelola oleh Pokdarwis Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Pengelolaan menjadi kampung wisata ini dilakukan sejak lima tahun yang lalu, dengan menjual paket wisata edukasi. Diantaranya edukasi membentuk keramik, mewarna keramik, kegiatan desain keramik serta pelatihan membuat keramik.
Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan bahwa semula tidak pernah terbayang kalau sentra industri itu dapat menarik wisata baik wisata belanja maupun edukasi. "Kampung Keramik Dinoyo ini adalah perintis kampung wisata diantara kampung-kampung lainnya,” kata Ida.
Dia berharap dukungan dari Disperindag Kota Malang, Disperindag jawa Timur serta perguruan tinggi memperkuat kampung wisata Keramik Dinoyo sebagai basis kampung wisata industri kerajinan.
Sementara itu, Syamsul Arifin, Ketua Pokdarwis Kampung Wisata keramik Dinoyo menyampaikan bahwa keramik Dinoyo sangat terkenal dan sudah mengikuti pameran di berbagai negara seperti di thailand, Vietnam, Malaysia singapura.
“Sumbangan kami pada Kota Malang bahwa kami ini turut serta mempromosikan Malang sebagai sentra kerajinan keramik di Indonesia,” Tegas Syamsul yang sekaligus menjadi Sekretaris Forkom Pokdarwis kampung tematik Kota Malang, Rabu (20/10/2021).
“Saya berharap Kampung Wisata keramik Dinoyo menjadi tempat rintisan Co-Working Space untuk pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. Upaya regenerasi pengrajin keramik juga kerap dilakukan sebagai upaya untuk melanjutkan tradisi di kampung keramik," Tambah Syamsul. (*)
Reporter : Reka Kajaksana
Editor : Lutfiyu Handi