
SURABAYA (Lenteratoday) - Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Rahmad Kodariawan mengatakan rencananya sejumlah Tahura dan Mangrove mulai dibuka pada Sabtu (23/10/2021). Saat ini, masih proses pemasangan barcode aplikasi Pedulilindungi.
"Jadi karena kemarin sudah keluar mendagri bahwa Kota Surabaya level 1, kami menindaklanjuti instruksi itu membuka khususnya di bidang pertanian. Yaitu Mangrove dan Tahura itu mulai buka pekan ini," ujarnya, Kamis (21/10/2021).
Sebetulnya, lanjut Rahmad, sudah bisa dikunjungi pada Kamis atau Jumat. Hanya saja, barcode masih baru dicetak dan akan dikirim ke masing tempat mungkin besok.
Terkait dengan pengunjung, Rahmad memaparkan, kapasitas yang ditentukan adalah 75 persen. Untuk mengetahui jumlah yang memenuhi kawasan wisata tersebut, pihaknya telah menyediakan kartu bagi masing masing pengunjung.
"Nanti pakai kartu, jika kartu habis, nunggu yang keluar dulu baru bisa masuk. Kemudian prokes harus jaga. Anak dibawah 12 tahun bisa masuk didampingi ortu," terangnya.
"Kartu itu disiapkan teman teman di lokasi, begitu pengunjungbmasuk dikasih kartu. Fungsinya untuk menghitung, jadi kami menyiapkan 200 kartu. Kalau kartu habis pengunjung harus menunggu yang keluar. Lalu juga dibuat sistem satu arah. Nantinya keluar di arah lain," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga mempunyai alat pengeras suara untuk pemberitahuan agar tidak bergerombol dan berkerumun. Petugas senantiasa berkeliling memakai alat itu supaya tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Sentra kuliner akan buka yang di Wonorejo. Tapi yang Gunung Anyar belum ada. Jadi kami kerjasama dengan pokdarwis dan LPMK Kecamatan Gunung Anyar. Mereka punya binaan dan bisa buka sementara di lapaknya. Sambil menunggu dibangun, proses pembangunan. Wonorejo sudah buka, berbarengan dengan dibukanya mangrove," jelasnya.
Kepada masyarakat Kota Pahlawan, Rahmad berpesan, karena sudah terlalu lama tidak menikmati hiburan khususnya di Tahura dan Mangrove. Apalagi sudah Level 1, silahkan datang kesana. Tetapi tetap perhatikan prokes.
"Siapkan aplikasi peduli lindungi karena pada saat masuk tetap harus scan qr code. AMak dibawah 12 tahun bisa masuk asal orang tua sudah vaksin. Kapasitas dibatasi 75 persen nanti ada kartu begitu kuota habis stop dulu nunggu ada yang keluar berikutnya bisa masuk," pungkasnya. (*)
Reporter : Ardini Pramitha
Editor : Lutfiyu Handi